Presiden Taiwan Melakukan Kunjung Transit Ke Hawaii
Pada 30 November 2024 Presiden Taiwan Lai Ching-te melakukan transit ke Negara Bagian Hawaii sebagai bagian dari kunjungan kerja ke negara-negara di kawasan Pasifik Selatan. Dalam kunjungan kerja ini Presiden Lai akan mengunjungi tiga negara di Pasifik Selatan yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan yaitu Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall. Setelah tiba di Hawaii Presiden Lai disambut oleh Gubernur Josh Green dan Kepala Institut Amerika di Taiwan (AIT) Ingrid Larson. Selain itu Presiden Lai juga mengunjungi beberapa tempat seperti memorial Museum Kapal Perang USS Arizona, Museum Uskup (Bishop) Hawaii, dan Badan Manajemen Darurat Hawaii. Selain itu Presiden Lai juga memberikan sambutan di Hawaii yang menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan kesia-siaan perang. Presiden Lai menambahkan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat harus membantu satu sama lain karena kedua negara menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Menanggapi kunjungan ini Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengecam kunjungan transit Presiden Lai ke Hawaii sebagai aksi separatisme dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterbitkan pada 1 Desember 2024. Selain itu juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) China Wu Qian menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa mereka mengutuk segala bentuk interaksi resmi yang dilakukan terhadap wilayah Taiwan. Selain itu Wu menambahkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memiliki sebuah tugas suci untuk menjaga kedaulatan nasional dan mereka akan menghancurkan segala bentuk aksi separatisme Taiwan. Di sisi lain Gubernur Negara Bagian Hawaii Josh Green dalam media sosial X/Twitter menyambut baik kunjungan Presiden Tsai sebagai sebuah peristiwa penting.
Sebelumnya Kemlu Amerika Serikat telah menyetujui potensi penjualan suku cadang dan radar untuk pesawat tempur F-16 Fighting Falcon ke Taiwan dengan perkiraan nilai sebesar USD 385 juta. Persetujuan tersebut diberikan beberapa jam sebelum Presiden Tsai melakukan kunjungan transit ke Hawaii. Menanggapi hal tersebut Kemlu China memberikan pernyataan bahwa penjualan senjata tersebut mengirimkan sinyal yang salah kepada Angkatan Bersenjata Taiwan dan dapat merusak hubungan AS-China. Kemlu China juga menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah mereka.