Spanyol Beli 30 Pesawat Latih Jet Hurjet Dari Turki
Pada 29 Desember 2025 Ketua Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun mengumumkan bahwa Spanyol telah menandatangani kontrak pembelian 30 pesawat tempur latih jet Hurjet buatan Turkish Aerospace Industries (TAI). Kontrak tersebut memiliki nilai sebesar USD 2,8 miliar. Gorgun menyatakan bahwa kontrak ini merupakan bukti bahwa saat ini Turki merupakan salah satu negara eksportir persenjataan yang dapat diandalkan. Gorgun menambahkan kontrak ini juga menandakan bahwa Turki sudah mampu mengekspor pesawat tempur dengan teknologi canggih. Selain itu Gorgun juga menyatakan bahwa kontrak pembelian ini memiliki paket komprehensif yang mencakup integrasi sistem pelatihan pilot, simulator pesawat, infrastruktur perbaikan berkala, dan dukungan operasional dalam jangka waktu panjang.
Spanyol memutuskan untuk membeli jet Hurjet karena Angkatan Udara dan Luar Angkasa Spanyol (EDAE) membutuhkan pesawat baru yang dapat menggantikan pesawat tempur F-5M yang digunakan oleh Skadron Pelatihan Ala 23 di Lapangan Udara Talavera. Untuk menemukan pengganti yang sesuai pemerintah Spanyol memutuskan untuk membuka proses tender antara beberapa kompetitor yakni Hurjet buatan Turki, T/FA-50 Korea Selatan, dan Boeing T-7 buatan Amerika Serikat. Proses tender ini juga melibatkan beberapa aktor dari industri pertahanan Spanyol seperti Indra, ITP, GMV, Aertec, Airtificial, dan SENER dengan tugas untuk mengintegrasikan sistem dan merancang simulasi untuk pilot EDAE. Hurjet dianggap unggul dibandingkan dengan kompetitor lain karena kecepatan, ketahanan, dan avionik yang dimiliki dianggap cukup untuk melatih pilot EDAE generasi baru.
Spanyol telah menyampaikan keinginan untuk membeli beberapa persenjataan lain dari Turki untuk mengurangi ketergantungan pertahanan terhadap Amerika Serikat. Sebelumnya pada Oktober 2025, media Spanyol melaporkan bahwa pemerintahan Negeri Matador tertarik untuk membeli pesawat tempur siluman KAAN. Tidak lama setelah kabar tersebut beredar, dilaporkan juga bahwa Spanyol tertarik untuk membeli rudal anti-tank buatan Roketsan setelah mereka memutuskan untuk tidak lagi menggunakan teknologi Israel. Keinginan Spanyol untuk membeli persenjataan dari Turki selaras dengan kepentingan nasional Negeri Dua Benua karena mereka ingin memiliki peran lebih besar dalam pembangunan postur pertahanan Uni Eropa (EU).