Pada 19 Desember 2025 Jepang dan Selandia baru menandatangani perjanjian bilateral kerja sama pertahanan baru. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Selandia Baru Judith Collins dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Toshimitsu Motegi di Tokyo. Dalam perjanjian baru ini, Pasukan Pertahanan Jepang (JSDF) dan Angkatan Bersenjata Selandia Baru (NZDF) diberikan kewenangan untuk bertukar pasokan, bahan bakar, dan personel. Perjanjian ini juga memperbolehkan JSDF untuk menggunakan fasilitas militer milik NZDF dan sebaliknya jika mereka sedang menyelenggarakan latihan bersama. Selain itu, perjanjian ini juga memperkuat kerja sama intelijen antara Jepang dan Selandia Baru dengan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh badan intelijen dari kedua negara.
Menanggapi perkembangan tersebut, Menhan Selandia Baru Judith Collins menyatakan bahwa kerja sama ini akan membentuk sebuah kondisi yang akan memperkuat kolaborasi antara JSDF dan NZDF. Collins menambahkan bahwa kerja sama antara Jepang dan Selandia Baru akan semakin penting di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian. Selain itu Collins juga menyatakan bahwa perjanjian tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dari Jepang dan Selandia baru untuk memastikan keamanan dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik. Di sisi lain, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan destabilisasi kawasan Indo-Pasifik tidak akan menguntungkan siapapun. Koizumi juga menjelaskan bahwa selain perjanjian ini, kedua negara sedang mendiskusikan peluang untuk memperdalam kerja sama dalam bidang lain. Selain itu Koizumi juga memberikan penjelasan kepada Collins tentang insiden penguncian radar antara pesawat tempur China dan Jepang yang terjadi pada 6 Desember 2025.
Negosiasi perjanjian kerja sama pertahanan antara Selandia Baru dan Jepang telah berlangsung sejak Juli 2025 saat menlu kedua negara bertemu di Tokyo. Hal tersebut dilakukan oleh Selandia Baru karena Negeri Kiwi menganggap kerja sama dengan Jepang penting untuk menghadapi China yang semakin asertif. Selain membahas tentang peluang kerja sama pertahanan antara kedua negara, Selandia Baru juga telah menyampaikan keinginan mereka untuk membeli fregat siluman kelas Mogami buatan Jepang.