Parlemen Eropa Sahkan Anggaran Pembentukan Program EDIP
Pada 26 November 2025 Parlemen Uni Eropa (EU) secara formal mengesahkan program revitalisasi industri pertahanan (EDIP). Program ini berhasil disahkan setelah anggota parlemen (MP) Parlemen Eropa menyelenggarakan pemungutan suara di Strasbourg dengan hasil 457-148. Program ini memiliki tujuan untuk membangun ulang kapasitas industri pertahanan EU sekaligus memperkuat postur pertahanan blok tersebut secara keseluruhan. EDIP juga dibentuk agar produksi persenjataan di EU dapat dirampingkan. Selain itu EDIP juga bertujuan untuk meningkatkan otonomi strategis EU dengan mendorong negara anggota untuk membeli persenjataan buatan industri pertahanan negara anggota. Untuk mencapai seluruh tujuan tersebut, Parlemen Eropa telah mengalokasikan anggaran sekitar EUR 1,5 miliar untuk mendanai program EDIP. Program ini juga mengalokasikan EUR 300 juta untuk membantu militer Ukraina (ZSU) dalam menghadapi invasi yang dilancarkan Rusia.
Menanggapi pengesahan program tersebut Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menyatakan dalam media sosial X/Twitter bahwa EDIP akan memperkuat industri pertahanan negara anggota EU sekaligus meningkatkan komitmen mereka terhadap pertahanan Ukraina. Sementara itu Ketua Komisi Pertahanan EU Andrius Kubilius menyatakan dalam sidang paripurna Parlemen Eropa bahwa EDIP merupakan sebuah program pertahanan yang mengubah paradigma pertahanan Eropa dari improvisasi menjadi organisasi terstruktur. Andrius menambahkan bahwa program tersebut membentuk payung hukum untuk mendorong pengembangan bersama serta proyek lain yang dapat berkontribusi terhadap pertahanan kolektif EU. Selain itu salah satu anggota parlemen (MEP) Raphael Glucksmann dan Francois-Xavier Bellamy menyatakan bahwa siapapun yang menolak EDIP memiliki tujuan untuk melemahkan kedaulatan Eropa.
EDIP merupakan salah satu dari upaya Uni Eropa untuk mencapai target yang ditetapkan dalam inisiatif Readiness 2030/ReArm Europe. Inisiatif ini memiliki tiga tujuan besar yaitu untuk membangun ulang kapabilitas militer negara anggota EU, mendorong industri pertahanan EU untuk menjadi lebih kompetitif dan inovatif, serta meningkatkan dukungan kepada Ukraina. Agar hal tersebut bisa tercapai, EU harus meningkatkan kemampuan deterrence dengan menutupi sembilan celah kritis yang telah diidentifikasi oleh negara anggota. Selain itu EU dan para negara anggota harus menunjukan bahwa mereka memiliki komitmen finansial dan politik berkelanjutan agar seluruh program yang diperlukan dalam inisiatif tersebut dapat dijalankan secara efektif.







