News
Amerika Serikat Terancam Kehabisan Uang Pada 18 Oktober Mendatang
Kehabisan uang akibat Senat AS yang memblokir RUU penangguhan batas utang ini dapat menyebabkan default atau gagal bayar, Janet Yellen memprediksi jika tidak ada tindakan cepat, Amerika Serikat akan kehabisan uang.
Besarnya Konsekuensi Politik dari Pembentukan AUKUS, AS Salah Langkah?
Pembentukan kerja sama militer tiga negara yakni Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) atau Australia, the United Kingdom, and the United States (AUKUS) menghasilkan konsekuensi cukup besar secara politik global. Ambisi AS dalam menangkal China melalui pembentukan kerja sama pertahanan tiga negara ini membuat hubungan politik AS terutama dengan Prancis karena keputusan Prancis yang sempat […]
Presiden Baru Iran “Serang AS” di Sidang Majelis Umum PBB ke-76
Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi, dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-76, mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) perlu menghentikan sanksi atas negaranya. Iran menilai sanksi sebagai inisiasi perang negara dan pelanggaran hak asasi manusia, terutama karena pembatasan obat-obatan selama masa pandemi Covid-19. Tidak dipungkiri, sanksi terhadap pembatasan bantuan kemanusiaan dari AS […]
8 Kali Ditunda, Sidang Putusan Terkait Polusi Udara Akhirnya Dimenangkan Koalisi Ibu Kota
DIP News, Asia Pasifik, Health,
Jepang Peringatkan Warganya Ancaman Teror di Asia Tenggara Termasuk Indonesia (sumber: https://dunia.tempo.co)
Jepang Peringatkan Warganya Ancaman Teror di Asia Tenggara Termasuk Indonesia SUMBER: https://dunia.tempo.co/read/1506007/jepang-peringatkan-warganya-ancaman-teror-di-asia-tenggara-termasuk-indonesia SUMBER: https://dunia.tempo.co/read/1506007/jepang-peringatkan-warganya-ancaman-teror-di-asia-tenggara-termasuk-indonesia
801.414 Adalah Angka Kematian Covid-19 RI yang Sebenarnya (sumber: https://dunia.rmol.co.id)
801.414 Adalah Angka Kematian Covid-19 RI yang Sebenarnya Versi The Economist SUMBER: https://dunia.rmol.id/read/2021/09/06/503216/801-414-adalah-angka-kematian-covid-19-ri-yang-sebenarnya-versi-the-economist