Pada 3 Agustus 2026, kanal media Ukraina Kyiv Independent merilis sebuah artikel pendek yang mengutip sebuah pernyataan yang diberikan oleh Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Singapura Valerii Fedorovych Zaluzhnyi dalam sebuah pertemuan antara dubes Ukraina di Kyiv. Dalam pernyataan tersebut, Dubes Zaluzhnyi menyatakan bahwa Ukraina tidak akan mungkin bergabung dalam Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena terdapat beberapa hambatan dari aliansi tersebut yang membuat negara nya sulit untuk bergabung. Hambatan tersebut diantaranya adalah perbedaan standar operasi serta doktrin tempur yang dimiliki oleh Militer Ukraina (ZSU) dan militer negara anggota NATO. Menurut Zaluzhnyi, tidak mungkin ZSU dapat bergabung dalam aliansi yang masih menggunakan doktrin perang dunia kedua sebagai acuan utama dalam bagaimana mereka harus bertempur. Zaluzhnyi juga menambahkan bahwa NATO akan membutuhkan waktu setidaknya 12 tahun untuk sepeunhnya mengadaptasikan standar operasional prosedur (SOP) dan taktik perang ZSU dalam doktrin mereka.
Tidak lama setelah menyampaikan pendapat tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ukraina Heorhii Tykhyi menyatakan dalam sebuah konferensi pers pernyataan yang diberikan Dubes Zaluzhnyi diambil di luar konteks sehingga menghasilkan kontroversi. Heorhii menambahkan bahwa pernyataan tersebut sebenarnya mengacu terhadap kemungkinan Ukraina akan bergabung dalam Pasukan Ekspedisi Gabungan (JEF) yang dipimpin oleh Inggris Raya. Heorhii juga menekankan bahwa Ukraina akan tetap berusaha untuk bergabung dalam NATO karena aliansi tersebut akan memberikan mereka jaminan keamanan yang kokoh dan berkelanjutan. Di sisi lain, Zaluzhnyi mengklarifikasi bahwa dia tetap mendukung upaya Ukraina bergabung dalam NATO karena terdapat teknologi militer yang dapat membantu ZSU dalam mengembangkan kapabilitas baru. Namun, beliau menekankan bahwa sebelum Ukraina bergabung dalam NATO, aliansi ini harus mampu mengubah dirinya untuk menghadapi ancaman militer terkini.
Dilansir dari Politico, pandangan yang disampaikan oleh Dubes Zaluzhnyi, walaupun diambil di luar konteks, memiliki kebenaran karena sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh, ZSU telah mengalami perkembangan signifikan yang membuatnya berbeda dengan militer NATO. Selain itu, Ukraina juga telah mengembangkan kapasitas industri pertahanan domestik sehingga mereka dapat mengurangi ketergantungan terhadap dukungan material dari NATO. Hasil dari pengembangan kapabilitas ini dapat dilihat dalam latihan bersama Hedgehog 2025 yang mana 10 operator drone ZSU berhasil menghancurkan dua batalion NATO dalam waktu setengah hari.