China Jatuhkan Sanksi Terhadap Mantan Kepala Staf JSDF
Pada 15 Desember 2025 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menyatakan bahwa mereka telah memberikan sanksi kepada mantan Kepala Staf Gabungan Pasukan (JCS) Pertahanan Jepang (JSDF) Shigeru Iwasaki. China memberikan sanksi kepada Iwasaki karena mereka mengklaim sang mantan jenderal JSDF telah melakukan kolusi kepada kelompok separatis Taiwan dengan menjabat sebagai penasihat politik kabinet Presiden Lai Ching-te. Kemenlu China juga mengklaim aksi Iwasaki melanggar prinsip satu China (one China policy) yang secara jelas menyatakan Taiwan adalah bagian dari Negeri Tirai Bambu. Selain itu Kemenlu China juga mengklaim dengan menyepakati jabatan sebagai konsultan politik, Iwasaki telah merusak kedaulatan dan integritas wilayah China.
Menanggapi perkembangan tersebut Kemenlu Taiwan menyampaikan keberatan terhadap sanksi yang diberikan oleh China kepada Iwasaki karena mereka menganggap penunjukan sang mantan jenderal JSDF sebagai konsultan merupakan sesuatu yang wajar. Kemenlu Taiwan juga menyatakan bahwa Negeri Formosa secara rutin mengangkat warga negara asing (WNA) sebagai penasehat dalam bidang tertentu berdasarkan pengalaman profesional yang dimiliki oleh individu tersebut. Selain itu Kemenlu Taiwan menekankan bahwa China tidak memiliki yurisdiksi atau wewenang terhadap aktivitas yang dilakukan oleh negara atau WNA dengan Negeri Formosa. Kemenlu Taiwan juga mendesak China untuk tidak melakukan politisasi terhadap isu pertukaran internasional (international exchanges) karena hal tersebut dapat menggerus kepercayaan bersama antara berbagai pihak. Di sisi lain Menteri Sekretariat Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa aksi sepihak China terhadap warga Jepang merupakan bentuk intimidasi.
Sebelumnya pada bulan September 2025 China telah melakukan aksi serupa terhadap anggota Parlemen Nasional Jepang (Diet) Seki Hei dari Fraksi Partai Inovasi Jepang (JIP). Negeri Tirai Bambu melakukan aksi tersebut karena mereka menganggap Seki telah menyebarkan misinformasi tentang Taiwan, sengketa Pulau Senkaku, dan isu sejarah antara kedua negara. Keputusan China untuk memberikan sanksi terhadap Iwasaki dilakukan saat ketegangan antara Jepang dan Negeri Tirai Bambu sedang meningkat akibat dari pernyataan yang diberikan oleh Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi kepada Diet Jepang pada 24 Oktober 2025. Dalam pernyataan tersebut PM Sanae menyatakan Jepang akan mengirimkan JSDF untuk membantu Taiwan jika pulau tersebut menghadapi serangan militer dari China.