Pada 18 Juni 2025 Angkatan Laut Taiwan (ROCN) berhasil melaksanakan uji coba laut kapal selam diesel penyerang (SSK) kelas Hai Kun yang dikembangkan dan dibangun secara mandiri di galangan kapal milik CSBC Corporation. Uji coba tersebut merupakan terobosan barubagi Taiwan yang hingga saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan kapabilitas pertahanandan sekaligus untuk melindungi jalur transportasi maritim mereka jika perang di Selat Taiwanmeletus. Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh CSBC Corporation, uji coba laut yang dilakukan di dekat Pelabuhan Kaohsiung mencakup uji coba sistem penggerak, kemudi kapal selam, sistem listrik, serta sistem komunikasi dan navigasi kapal selam. CSBC Corporation menambahkan bahwa uji coba SSK kelas Hai Kun mencakup tiga tahap yaitu navigasi di atas permukaan laut, menyelam dangkal, dan menyelam dengan meningkatkan kedalaman secara bertahap.
Dilansir dari TVBS, uji coba SSK kelas Hai Kun akan dilindungi dan dibantu oleh berbagai aset dari ROCN seperti speedboat M109, kapal cepat rudal (KCR) kelas Kuang Hua VI, fregat kelas Perry/Kee Lung, helikopter pengintai, dan kapal penyelamat khusus jika terjadi kondisi darurat. Uji coba tersebut akan diawasi oleh Komandan ROCN Laksamana Tang Hua dan petinggi senior lainnya melalui video untuk membantu kru kapal selam jika mereka mengalami situasi yang tidak terduga. Untuk meningkatkan kesuksesan uji coba ini, ROCN telah menugaskan personil dari Skadron Kapal Selam 256 untuk mengoperasikan Hai Kun dan memperhatikan bagaimana sistem penggerak kapal selam beroperasi dalam berbagai kondisi.
SSK kelas Hai Kun merupakan kapal selam yang dikembangkan secara mandiri oleh Taiwan untuk memperkuat armada kapal selam ROCN dan sekaligus meningkatkan kemampuan asimetris militer Taiwan. Akan tetapi pengembangan dan pembangunan kapal selam ini mengalami berbagai hambatan karena Yuan Legislatif yang dikendalikan oleh Partai Kuomintang dan Partai Rakyat Taiwan memotong sebagian anggaran yang telah dialokasikan untuk membangun SSK tersebut. Kapal selam tersebut juga telah mengalami beberapa kesulitan teknisseperti pipa rusak yang mendorong Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo untuk menunda uji coba laut hingga seluruh isu teknis diperbaiki.