Filipina dan Korea Selatan Tingkatkan Hubungan Bilateral
Pada 7 Oktober 2024, Presiden Filipina Bongbong Marcos Junior menyatakan bahwa Korea Selatan dan Filipina sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan memperkuat hubungan menjadi kemitraan strategis. Hal ini diumumkan oleh Presiden Marcos pada saat Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sedang berkunjung ke Filipina dalam rangka kunjungan kerja Asia Tenggara dari 6-11 Oktober 2024. Peningkatan ini disambut baik oleh Korea Selatan dan hal tersebut disampaikan oleh Presiden Yoon Suk Yeol yang menyatakan bahwa peningkatan hubungan ini membuka sebuah harapan baru bagi hubungan antara Filipina dan Korea Selatan. Selain itu Presiden Yoon juga menyinggung kontribusi Filipina dalam Perang Korea (1950-1953) dengan mengirimkan pasukan untuk melawan agresi yang dilancarkan Korea Utara dan China.
Dalam konteks peningkatan kerja sama pertahanan Korea Selatan akan berpartisipasi secara aktif dalam program modernisasi militer Re-Horizon 3 Filipina. Kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama antara penjaga pantai. Selain itu Presiden Marcos dan Presiden Yoon menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap aksi yang terjadi di Laut China Selatan dan menganggap hal tersebut tidak sesuai dengan sistem internasional yang berbasis peraturan. Sementara itu dalam aspek perekonomian kedua negara sepakat untuk mengimplementasikan perjanjian perdagangan bebas Korea Selatan-Filipina yang telah ditandangani pada 25 September 2023. Korea Selatan juga menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan sebuah studi kelayakan bagi kemungkinan menghidupkan ulang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bataan yang tidak menghasilkan daya sejak tahun 1986. Selain itu Korea Selatan juga memberikan bantuan finansial sebesar USD 2 miliar kepada Filipina untuk mendukung program pembangunan infrastruktur mereka seperti Jembatan Penyambung Iloilo–Guimaras–Negros–Cebu.
Kunjungan Presiden Yoon Suk Yeol sendiri merupakan sebuah momen bersejarah bagi kedua negara karena beliau merupakan presiden Korea Selatan pertama yang telah mengunjungi Filipina sejak tahun 2011. Saat ini hubungan antara Korea Selatan dan Filipina cukup dalam karena saat ini kedua negara sudah memiliki perjanjian kerja sama lebih dari 62 bidang dari energi, pertahanan, teknologi dan informasi, dan turisme. Selain itu Korea Selatan juga telah berkontribusi dalam modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina dengan menjual 12 pesawat jet tempur ringan FA-50PH dan dengan membangun kapal perang tipe korvet dan fregat.