Pada 22 Agustus 2025 Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan Nasional (Menhanas) Filipina Gilbert Teodoro bertemu di Manila untuk membahas kerja sama pertahanan antara Negeri Kangguru dan Negeri Lumbung Padi. Tidak lama setelah pertemuan tersebut Menhan Richard dan Menhanas Gilbert menandatangani pernyataan bersama untuk membuat sebuah perjanjian kerja sama pertahanan baru pada 2026.Perjanjian kerja sama yang dibahas mencakup komitmen untuk melakukan pertemuan tahunan antara menhan serta meningkatkan koordinasi Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dan Pasukan Pertahanan Australia (ADF) dalam latihan bersama. Selain itu perjanjian tersebut juga mencakup dukungan Australia terhadap rencana pembangunan infrastruktur pertahanan Filipina di lima lokasi.
Beberapa hari setelah pertemuan tersebut AFP dan ADF melaksanakan latihan bersamadengan skenario operasi amfibi untuk membebaskan pulau yang sebelumnya telah dikuasai pasukan musuh. Dalam skenario tersebut marinir Filipina dan prajurit Amerika Serikat diterjunkan menggunakan aset udara Amerika Serikat seperti pesawat MV-22 Osprey dan helikopter angkut UH-60 Black Hawk untuk menguasai pangkalan udara musuh. Sementara itu empat kapal dari Angkatan Laut Filipina (PN), Angkatan Laut Australia (RAN), dan Angkatan Laut Kanada (RCN) meningkatkan koordinasi mereka dengan melakukan patroli maritim bersama. Menanggapi latihan bersama tersebut Komandan Operasi Gabungan ADF Laksamana Madya (Laksdya) Justin Jones menyampaikan latihan bersama tersebut merupakan peluang meningkatkan kolaborasi untuk menghadapi tantangan bersama di kawasan Indo-Pasifik. Laksdya Jones menambahkan latihan bersama ini merupakan bagian dari komitmen Australia untuk meningkatkan kerja sama dengan negara mitra.
Filipina telah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan negara lain yang memiliki pandangan serupa untuk menghadapi klaim sepihak China di Laut China Selatan. Beberapa hari sebelum Menhan Richard dan Menhanas Gilbert bertemu di Manila AFP melaporkan setidaknya lima kapal Penjaga Pantai China (CCG) sedang melakukan latihan di wilayah sengketa. Akibat dari latihan tersebut AFP mengerahkan beberapa regu prajurit ke wilayah sengketa untuk menghalau kapal cepat China yang berusaha mendekat ke BRP Sierra Madre. Merespon insiden tersebut China mengeluarkan pernyataan yang mendesak Filipina untuk menghentikan upaya provokasi.