Pada 27 Mei 2026, Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Ahn Gyu-back mengumumkan peta jalan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir (SSN) untuk Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Rencana tersebut, yang diberi nama Jang Bogo N, menargetkan pengembangan dan pembangunan SSN pada akhir dekade 2030an. Kapal selam ini diharapkan dapat dibangun menggunakan teknologi, komponen, dan metode produksi yang sudah biasa digunakan oleh industri pertahanan Korea Selatan. Dalam hal teknologi, hal ini mencakup pengembangan reaktor nuklir dan sistem penggerak yang mengubah energi reaktor menjadi penggerak baling-baling. Selain itu, peta jalan ini juga menjelaskan bahwa reaktor SSN akan menggunakan low-enriched uranium (LEU) sebagai bahan bakar untuk meningkatkan masa aktif kapal selam dan mempermudah pendauran ulang.
Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh Menhan Ahn kepada Presiden Lee, peta jalan ini telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional. Menhan Ahn menambahkan bahwa adanya SSN untuk ROKN merupakan sebuah keuntungan karena kapal ini mampu melaut dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan kapal selam penyerang diesel (SSK). Adanya kapabilitas ini merupakan hal penting karena SSN tersebut dapat digunakan oleh ROKN untuk membuntuti dan jika diperlukan menghancurkan kapal selam Korea Utara yang mampu mengangkut rudal balistik seperti SSK Kelas Sinpo yang diluncurkan pada tahun 2025. Namun Menhan Ahn menekankan bahwa Jang Bogo N tidak akan dilengkapi dengan persenjataan nuklir karena Korea Selatan ingin mempertahankan komitmen non-proliferasi yang telah berlaku sejak tahun 1975.
Sejak tahun 1994, Korea Selatan telah menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan dan membangun SSN guna memperkuat armada ROKN sekaligus menghadapi dinamika ancaman Korea Utara yang terus berkembang. Upaya ini, yang sebagian besar dilakukan secara rahasia, pada akhirnya mendapatkan persetujuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 31 Oktober 2025. Selain memberikan persetujuan, Amerika Serikat juga akan memberikan bantuan kepada Korea Selatan dalam hal konsultasi spesifikasi teknis dan pencarian pasokan LEU yang dapat digunakan reaktor SSN. Hal ini penting karena dilansir dari The Chosun Daily, Korea Selatan membutuhkan kerja sama dengan Amerika Serikat untuk mempercepat proses pengembangan dan pencarian pasokan LEU.