Kantor PBB Yaman Diserbu Milisi Kelompok Houthi
Pada 31 Agustus 2025 kantor Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) diserbu oleh milisi kelompok Houthi dan menahan beberapa personel dari kedua badan tersebut. Tidak lama setelah peristiwa tersebut Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg menyatakan bahwa setidaknya 11 karyawan PBB ditahan oleh kelompok Houthi. Grundberg menambahkan bahwa dia mengecam penahanan tersebut dan aksi penyerbuan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap fasilitas milik PBB. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres. Guterres juga mendesak kelompok Houthi untuk melepaskan karyawan yang ditahan tanpa syarat. Selanjutnya Menteri Informasi (Meninfo) Pemerintah Yaman yang diakui PBB Moammar al-Eryani mengecam aksi penahanan yang dilakukan kelompok Houthi.
Penyerbuan kantor UNICEF dan WFP oleh kelompok Houthi dilakukan beberapa hari setelah Angkatan Udara Israel (IAF) melancarkan serangan udara terhadap Ibukota Sana’a. Serangan udara tersebut berhasil menewaskan Perdana Menteri (PM) Houthi Ahmad Ghaleb Nasser al-Rahawi dan beberapa anggota kabinetnya yakni Menteri Luar Negeri (Menlu) Gamal Amer, Wakil PM Mohammed al-Medani, dan Mendagri Abdel-Majed al-Murtada. IAF melancarkan serangan tersebut saat kabinet sedang mengadakan evaluasi untuk menilai kinerja mereka dalam tahun tersebut. Menanggapi serangan tersebut Ketua Dewan Politik Tinggi (SPC) Houthi Mahdi al-Mashat menyatakan mereka akan membalas dendam aksi yang dilancarkan oleh para Zionis. Di sisi lain PM Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa serangan udara yang membunuh PM Ghaleb hanyalah langkah awal dari Negeri Bintang Daud. Netanyahu menambahkan bahwa serangan ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk menghancurkan struktur kepemimpinan kelompok Houthi dengan menargetkan pejabat tinggi mereka.
Kelompok Houthi dan Israel telah melancarkan serangan terhadap satu sama lain sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023. Selain melancarkan serangan terhadap Israel, kelompok Houthi juga melancarkan serangan terhadap kapal kargo komersial yang melintas di Laut Merah dan Teluk Aden. Pembunuhan PM Ahmad Ghaleb dapat mendorong kelompok Houthi meningkatkan aksi serupa karena sebelumnya mereka telah menyampaikan komitmen untuk menyerang kapal dari negara manapun yang akan berlabuh di Israel.