Pada 25 Juli 2026 Angkatan Laut Amerika Serikat (USN), Pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF), dan Angkatan Laut Filipina (PN) merampungkan latihan bersama 7th Multilateral Maritime Cooperative Activity di Laut China Selatan. Dalam latihan bersama ini, angkatan laut ketiga negara mengirimkan berbagai aset udara dan maritim untuk menyelenggarakan beberapa skenario yang dapat meningkatkan koordinasi dan interoperabilitas. Skenario tersebut diantaranya adalah komunikasi antar unit terkait, pemasokan ulang kapal di laut lepas, serta manuver dan taktik divisi kapal. Dilansir dari Strait Times Militer Filipina menyatakan bahwa latihan bersama ini menunjukkan komitmen para sekutu dan mitra untuk mendorong terciptanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Sementara itu, situs resmi Komando Pasifik Amerika Serikat (USPACOM) menambahkan bahwa latihan bersama ini dilakukan untuk mempertahankan prinsip kebebasan navigasi di laut lepas.
Menanggapi perkembangan ini, Juru Bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China Kolonel Zhu Shichen menyatakan bahwa latihan bersama yang diselenggarakan di Laut China Selatan adalah ancaman bagi perdamaian dan keamanan regional. Kolonel Zhu menambahkan bahwa Komando Selatan akan memberikan upaya maksimal untuk memperjuangkan kedaulatan China di Laut China Selatan sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Pandangan serupa juga diberikan oleh Profesor Yang Xiao dari Akademi Ilmu Sosial China kepada kanal media Global Times. Profesor Yang menambahkan bahwa latihan bersama ini merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat untuk menormalisasi pengerahan senjata serang jarak jauh di Filipina. Menurutnya, aksi ini dapat mengubah situasi Laut China Selatan menjadi lebih kompleks yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik terbuka.
Latihan bersama ini merupakan bagian dari sengketa diplomatik antara China dan Filipina yang memburuk sejak 2016 dengan berbagai insiden dan aksi provokatif. Beberapa hari sebelum latihan bersama ini diselenggarakan, Filipina mengklaim bahwa salah satu pelaut Satuan Penjaga Pantai China (CCG) memukul personel PN menggunakan baton di Second Thomas Shoal. China menolak klaim tersebut dan menyatakan konfrontasi terjadi setelah kapal PN menabrak salah satu kapal nelayan mereka.