Pada 23 September 2026, delegasi Jerman ke Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan dalam media sosial bahwa militer mereka (Bundeswehr) akan memperpanjang pengerahan sistem rudal pertahanan udara MIM-104 Patriot ke Turki hingga April 2027. Perpanjangan ini juga akan mempertahankan keberadaan 150 personel Bundeswehr yang ditugaskan untuk mengoperasikan dan menjaga sistem rudal tersebut di sekitar Provinsi Malatya. Delegasi Jerman menambahkan perpanjangan pengerahan ini memiliki dua tujuan yaitu untuk mempertegas komitmen Jerman kepada NATO serta menjaga wilayah udara negara anggota dari ancaman serangan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Selain itu, delegasi Jerman ke NATO menekankan bahwa Bundeswehr akan terus mengembangkan dan meningkatkan kontribusi pertahanan udara mereka kepada aliansi.
Tidak lama setelah pengumuman tersebut diberikan, Menhan Jerman Boris Pistorus menyatakan keinginan pemerintah Jerman untuk memproduksi rudal tipe PAC-2, PAC-3, dan komponen sistem pertahanan udara Patriot secara lokal. Pernyataan ini disampaikan sang menhan dalam sebuah sidang dengan komite pertahanan Parlemen Federal Jerman (Bundestag). Menhan Boris berargumen bahwa keinginan untuk membuka lini produksi lokal bagi rudal tipe PAC-2 GEM-T, PAC-3, dan komponen sistem MIM-104 Patriot merupakan sesuatu yang diperlukan karena saat ini terdapat permintaan rudal tipe tersebut dalam jumlah signifikan. Pembukaan lini produksi di Jerman dapat mempercepat pemenuhan permintaan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak seperti Amerika Serikat dan Ukraina. Selain itu, hal ini juga memiliki preseden karena sebelumnya pada awal 2026, Amerika Serikat memberikan izin bagi Raytheon dan MBDA Jerman untuk membangun pabrik rudal PAC-2 di Schrobenhausen, Bavaria. Namun berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Financial Times, terdapat indikasi produksi lokal PAC-3 akan sulit dilakukan karena pejabat dan kontraktor pertahanan Amerika Serikat enggan memberikan negara sekutu kemampuan untuk memproduksi rudal tersebut.
Keinginan Jerman untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan udara mereka bukanlah suatu hal baru karena pada pertengahan 2022, pemerintahan Kanselir Olaf Scholz meluncurkan Skyshield, sebuah program pengembangan sistem pertahanan udara terintegrasi untuk Eropa. Dalam program ini, Jerman berkomitmen untuk membangun infrastruktur pertahanan udara efisien yang mampu menjaga langit Eropa dari ancaman udara sekaligus menyediakan rudal yang dibutuhkan dalam waktu cepat. Pengerahan sistem Patriot ke Turki serta keinginan untuk memproduksi rudal tipe PAC-2 GEM-T dan PAC-3 merupakan bagian dari program ini.