Pada 1 Juli 2025 Komite Penyelenggaraan Pemilu Kota New York (NYC) mengumumkanbahwa Zohran Mamdani telah terpilih sebagai calon walikota dari Partai Demokrat setelah memenangkan pemilu dini yang diselenggarakan menggunakan sistem ranked choice voting. Dalam putaran pertama Zohran Mamdani memenangkan sekitar 43% suara sementara lawannyaAndrew Cuomo memenangkan 36% suara. Sementara itu dalam putaran kedua Zohran Mamdani mendapatkan sekitar 56% suara sementara Andrew Cuomo memenangkan sekitar 44% suara. Kemenangan Zohran dalam pemilu dini ini merupakan kejutan dalam dunia politik Amerika Serikat karena hal tersebut dianggap sebagai bagian dari perseteruan internal yang sedang terjadi dalam Partai Demokrat antara sayap progresif dan sayap sentris.
Tidak lama setelah kemenangan Zohran diumumkan, berbagai influencer dan politisi dari Partai Republikan melancarkan serangan politik yang menyerang identitasnya sebagai seorang Muslim dan sekaligus memfitnah Zohran sebagai seorang jihadis dan anti Yahudi. Presiden Donald Trump juga menyerang Zohran dengan menyatakan bahwa Mamdani merupakan seorang komunis gila yang mungkin harus ditangkap dan dideportasi. Hal tersebut disampaikan oleh Trump setelah Zohran menyatakan komitmennya untuk melawan fasisme Presiden Donald Trump dengan melarang agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) meneror warga New York. Selain serangan dari Partai Republikan, Zohran juga mendapatkan serangan dari sayap sentris Partai Demokrat seperti anggota parlemen Laura Gillen yang meyatakan Mamdani merupakan seseorang yang anti Yahudi dan bukan pilihan yang tepat bagi NYC.
Dalam kampanye politiknya Zohran Mamdani mengedepankan agenda populis progresifyang berfokus untuk mengatasi krisis biaya hidup masyarakat NYC, mengekang eksploitasi korporat, memfokuskan ulang tugas kepolisian, serta mempermudah perizinan bagi UMKM. Untuk mendanai seluruh program tersebut Zohran berencana meningkatkan pajak korporat menjadi 11,5%, meningkatkan pajak penghasilan bagi individu yang menghasilkan lebih dari USD 1 juta dalam setahun sebesar 2%, dan menggunakan dana denda administratif. Agenda tersebut mendorong politisi progresif dalam Partai Demokrat seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Elizabeth Warren untuk memberikan dukungan mereka. Selain itu berbagai komunitas dan serikat pekerja NYC juga memberikan dukungan kepada Zohran.