Pada 27 Oktober 2025 kanal berita Ukraina Militarnyi melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) telah memilih kendaraan tempur (IFV) KF-41 Lynx buatan Jerman sebagai kendaraan tempur baru yang akan mereka produksi di dalam negeri. Keputusan ini telah disepakati oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Ukraina dan Jerman dalam pertemuan Ramstein yang dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Dalam kesepakatan tersebut industri pertahanan Jerman Rheinmetall akan membuka pabrik produksi IFV Lynx di Ukraina pada akhir tahun 2025. CEO Rheinmetall Armin Papperger menambahkan produksi massal IFV Lynx di Ukraina mencakup kontrak produksi beberapa ratus kendaraan tempur yang akan dikirimkan kepada formasi tempur AFU sebelum tahun 2027.
Keputusan untuk memproduksi IFV Lynx di Ukraina dilakukan beberapa tahun setelah Jerman dan Ukraina menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas kerja sama strategis antara kedua negara. Kerja sama ini memiliki tujuan untuk memastikan bahwa AFU memiliki jumlah persenjataan yang mumpuni dalam jangka panjang. MoU tersebut ditindaklanjuti pada Juni 2024 saat Rheinmetall mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan beberapa ratus IFV Lynx untuk AFU. Selain itu Rheinmetall juga menyatakan komitmen mereka untuk membuka pabrik lokal di Ukraina yang dapat memproduksi peluru artileri, amunisi meriam otomatis, dan IFV Lynx. Tidak lama setelah pengumuman tersebut Jerman mengirimkan salah satu dari IFV Lynx mereka ke Ukraina agar AFU dapat menguji coba kemampuan kendaraan tempur tersebut.
IFV Lynx merupakan kendaraan tempur yang pertama kali ditunjukkan ke publik pada tahun 2018 di pameran pertahanan Eurostatutory Defense di Paris, Prancis. IFV Lynx merupakan sebuah kendaraan tempur yang dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus seperti mengangkut pasukan infanteri, melakukan pengintaian, dan menjadi pusat komando sementara. Kendaraan tempur ini mampu mengangkut tiga awak dan delapan prajurit. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, IFV Lynx dilengkapi dengan meriam otomatis kaliber 30 atau 35 mm, rudal anti-tank Spike LR-2. IFV Lynx juga memiliki perlindungan yang cukup baik karena kendaraan tempur ini dapat dilengkapi dengan sistem pertahanan aktif (APS) yang dapat mencegat roket atau rudal anti-tank.