Pada 19 Agustus 2025 Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Gen Nakatani bertemu dengan Menhan Turki Yasar Guler di Ankara untuk membahas kerja sama industri pertahanan antara kedua negara. Kunjungan tersebut merupakan peristiwa bersejarah karena Menhan Nakatani merupakan menteri pertahanan pertama dari Negeri Sakura yang melakukan kunjungan resmi ke Turki. Selain kerja sama industri pertahanan, kedua Menhan juga berdiskusi tentang bagaimana Jepang dan Turki dapat meningkatkan kerja sama pertahanan dalam bidang pertukaran teknologi pertahanan dan pembelian drone. Selain diskusi dengan Menhan Turki Yasar Guler, Menhan Jepang Gen Nakatani juga berkunjung ke beberapa fasilitas industri pertahanan Turki di Istanbul seperti pabrik Turkish Aerospace Industries (TAI) dan drone Baykar.
Dilansir dari The Japan Times, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jepang telah meminta anggaran sebesar 200 miliar yen (USD) 1,4 miliar untuk tahun fiskal 2026 agar Pasukan Pertahanan Jepang (JSDF) dapat mengerahkan drone dan sistem persenjataan otonom. Dalam mengakuisisi kedua sistem persenjataan tersebut Jepang akan mengutamakan kuantitas dibandingkan kualitas untuk menghadapi situasi keamanan regional yang semakin sulit. Untuk memastikan JSDF dapat dilengkapi dengan persenjataan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, Kemhan Jepang menimbang pembelian sistem drone dari beberapa negara seperti Turki, Amerika Serikat, dan Australia. Turki menjadi salah satu kandidat karena sistem drone buatan Negeri Dua Benua seperti TB-2 Bayraktar telah menunjukan kapabilitasnya di medan tempur Ukraina. Menanggapi hal tersebut seorang pejabat di Kemhan Turki menyatakan bahwa kemungkinan Jepang mengakuisisi drone buatan Negeri Dua Benua masih terlalu dini karena belum ada negosiasi pembelian.
Keinginan Jepang untuk membeli drone merupakan salah satu upaya yang dilakukan olehNegeri Sakura untuk meningkatkan kapabilitas intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) mereka. Sebelumnya pada 23 Juli 2025 seorang perwira Pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF) di pameran pertahanan IDEF 2025 memuji kapabilitas drone Bayraktar sebagai asetyang dapat meningkatkan kapabilitas ISR JMSDF. Perwira tersebut juga berharap pemerintahJepang dan Turki bisa memperdalam dialog agar kerja sama antara industri pertahanan kedua negara dapat berkembang.