Dalam upaya menyamakan kapasitas pertahanan dengan China dan Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) kini bersiap untuk bergabung dalam persaingan global dalam pengembangan jet tempur generasi keenam. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Internasional Korea Aerospace Industries (KAI), Shin Dong-hak, pada Paris Air Show 2025. Shin menjelaskan bahwa teknologi yang saat ini dipamerkan KAI, termasuk jet tempur generasi 4,5 dan drone tempur menjadi fondasi meuju jet tempur generasi keenam.
KAI menampilkan KF-21 Boramae, FA-50, dan pesawat tempur tanpa awak generasi terbaru. Semua dikombinasikan dengan sistem kerja sama antara pesawat berawak dan tak berawak, sebuah konsep penting dalam peperangan udara modern. KF-21 sendiri akan mendapatkan peningkatan kemampuan siluman dan kecerdasan buatan untuk mengendalikan UAV multi-peran, yang ditargetkan terealisasi pada pertengahan 2030-an.
Sementara itu, Hanwha Aerospace juga telah merilis animasi konsep jet tempur generasi keenam yang mengusung desain tanpa ekor vertikal, sayap delta, dan mesin ganda dengan kemampuan mengatur arah (nozzle thrust-vectoring). Jet ini didesain untuk meminimalkan deteksi radar dan tanda inframerah, serta mendukung kecepatan supercruise.
Korsel secara bertahap mengembangkan teknologi penting seperti persenjataan internal, sistem MUM-T (manned-unmanned teaming), persenjataan laser, dan AI untuk kesadaran situasi taktis. Targetnya, AI akan mendukung pilot dalam pengambilan keputusan dan pengendalian drone secara penuh di masa depan. Laser tempur diharapkan mampu menghancurkan target seketika tanpa perhitungan balistik, dengan kemampuan melesat hingga Mach 6.
Selain itu, Korsel juga menjajaki kerja sama dengan negara lain, termasuk Saudi Arabia, untuk mengembangkan jet generasi keenam berbasis KF-21. KAI telah menjalin kemitraan dengan perusahaan AS, Shield AI, guna mengintegrasikan sistem otonomi Hivemind Enterprise ke platform masa depan mereka, untuk operasi di wilayah tanpa GPS dan komunikasi yang terganggu.
Secara global, konsep jet tempur generasi keenam menekankan desain aerodinamis baru untuk siluman, integrasi AI, operasi opsional tanpa awak, persenjataan energi terarah, serta kemampuan jaringan dan peperangan elektronik tingkat lanjut. Korsel berharap dapat bersaing dengan program serupa dari AS, Eropa, Jepang, dan China, serta memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi pertahanan udara, melanjutkan kesuksesan K2 Black Panther, K9 Thunder, dan FA-50.