Serangan Bom Bunuh Diri Tewaskan Puluhan Warga di Damaskus
Pada 22 Juni 2025 sebuah bom bunuh diri menewaskan sekitar 22 warga sipil dan melukai 63 korban lainnya yang sedang melaksanakan Liturgi Ilahi di Gereja Kristen Ortodox Yunani Mar Elias, Damaskus. Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh Kemendagri Suriah, seorang teroris yang terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memasuki gereja dan menembaki jemaat sebelum meledakkan dirinya menggunakan sabuk peledak. Kemendagri Suriah menambahkan tidak lama setelah ledakan terjadi, pasukan keamanan diturunkan ke lokasi dan sebuah tim telah dibentuk untuk mengumpulkan barang bukti dan memulai investigasi. Selain itu, Menteri Komunikasi Suriah Hamza al-Mustafa menyatakan dalam media sosial X/Twitter bahwa serangan ini merupakan aksi keji yang bertentangan dengan nilai persatuan nasional Negeri Al-Sham.
Menanggapi serangan teror tersebut, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah Thomas Barrack menyampaikan belasungkawa dan sekaligus mendukung pemerintah Suriah dalam melawan pihak manapun yang berusaha untuk menciptakan instabilitas dan ketakutan. Selanjutnya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Christophe Lemoine mengecam serangan tersebut. Lemoine juga menekankan ulang komitmen Prancis dalam memastikan bahwa transisi politik yang sedang terjadi di Suriah bersifat pluralistik dan akomodatif sehingga seluruh warga Negeri Al-Sham dapat hidup dengan damai dan sejahtera. Sementara itu Kemenlu Yunani mengecam serangan yang dilakukan terhadap Gereja Mar Elias dan meminta pemerintah Suriah untuk menghukum pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Bom bunuh diri tersebut merupakan salah satu dari beberapa serangan serupa yang dilancarkan oleh individu yang terduga berafiliasi dengan ISIS. Tidak lama setelah ledakan Gereja Mar Elias pengebom bunuh dan kelompok teroris lainnya diri menargetkan sebuah asrama Kristen Ortodoks Yunani di Douweila, serta beberapa gereja di Maqsura, Hama, dan Homs. Seluruh aksi tersebut merupakan serangan teroris pertama yang dilancarkan oleh ISIS terhadap Suriah sejak rezim Bashar Al-Assad dan Partai Ba’ath runtuh pada 8 Desember 2024. Sebelumnya pada tahun 2019, PBB telah mengingatkan bahwa ISIS dan pendukungnya merupakan ancaman tinggi walaupun secara militer kelompok teroris tersebut telah dikalahkan.