Prancis Ajukan Status UNESCO untuk Pantai D-Day dan Benteng Carcassonne
Kementerian Kebudayaan Prancis telah mengajukan permohonan di hari Senin (17/2) agar pantai di Normandia yang menjadi lokasi pendaratan D-Day selama Perang Dunia Kedua serta benteng abad pertengahan Carcassonne dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Permohonan ini akan diperiksa pada Juli 2026 oleh badan kebudayaan PBB, dengan dukungan dari dewan kota dan regional yang mengelola kedua situs tersebut. Pantai-pantai Normandia, yang mencakup lima sektor pendaratan Sekutu pada tahun 1944—Utah, Omaha, Juno, Gold, dan Sword—menjadi titik balik penting dalam sejarah perang. Pada 6 Juni 1944, lebih dari 156.000 tentara Sekutu, terutama dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, mendarat di pantai-pantai ini dalam operasi militer terbesar dalam sejarah, yang dikenal sebagai Operasi Overlord. Serangan ini berhasil menembus pertahanan Jerman di pesisir Atlantik dan membuka jalan bagi pembebasan Prancis dari pendudukan Nazi. Hingga kini, wilayah ini masih menyimpan banyak peninggalan perang seperti bunker Tembok Atlantik, puing-puing kapal perang dari berbagai negara, serta pemakaman tentara yang gugur dalam pertempuran tersebut.
Permohonan ini pertama kali diajukan pada tahun 2014 dan diserahkan pada tahun 2018, tetapi pemeriksaannya oleh UNESCO sempat ditunda karena pertimbangan mengenai evaluasi situs yang terkait dengan konflik terbaru. Moratorium ini akhirnya dicabut pada Januari 2023, memungkinkan permohonan memorial seperti ini untuk diperiksa di luar batasan kuota tahunan. Sejak itu, beberapa situs memorial telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO, termasuk 139 pemakaman Perang Dunia Pertama di Prancis dan Belgia serta empat monumen peringatan genosida Tutsi di Rwanda. Michael Dodds, direktur Komite Pariwisata Regional Normandia, menyebut bahwa pengakuan UNESCO ini merupakan langkah logis berikutnya dalam memperingati peristiwa bersejarah tersebut.
Selain pantai Normandia, Prancis juga mengajukan sistem benteng Seneschal Carcassonne, yang dibangun pada abad ke-13 hingga ke-14. Sistem ini terdiri dari delapan monumen yang terletak di wilayah Aude dan Ariège, termasuk tembok kota Carcassonne serta kastel di Lastours, Termes, Aguilar, Peyrepertuse, Quéribus, Puilaurens, dan Montségur. Benteng-benteng ini, yang dibangun di puncak tebing berbatu dengan lanskap megah, merepresentasikan periode penting dalam sejarah dan merupakan contoh unik arsitektur militer abad pertengahan dengan nilai universal yang luar biasa.