Tabrakan Udara Antara Helikopter Militer Dan Pesawat Penumpang Di Washington DC
Pada 29 Januari 2025 terjadi tabrakan udara antara helikopter pengangkut UH-60L Black Hawk dari Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dan pesawat penumpang Bombardier CRJ-700 milik American Airlines/Eagle dengan nomor penerbangan 5342 di atas Sungai Potomac. Tabrakan ini terjadi pada saat CRJ-700 tersebut sedang melakukan final approach untuk mendarat di landasan pacu Bandara Udara Nasional Ronald Reagan yang berada di ibu kota Washington DC. Kecelakaan ini berhasil terekam oleh kamera CCTV yang berada di Pusat Pameran Budaya John F. Kennedy. Berdasarkan informasi yang telah diberikan, terdapat 64 kru dan penumpang di CRJ-700 sementara di Black Hawk yang menabrak terdapat tiga kru. Akibat dari kecelakaan ini Bandara Udara Nasional Ronald Reagan terpaksa menutup landasan pacu 33 hingga Februari 7 2025.
Tidak lama setelah kecelakaan terjadi unit gawat darurat di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan memobilisasi diri untuk melancarkan operasi penyelamatan di Sungai Potomac. Akan tetapi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Washington DC John Donnelly menyatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ada korban yang selamat. Tidak adanya korban selamat menyebabkan unit gawat darurat yang berada di lokasi kecelakaan mengubah operasi dari upaya penyelamatan menjadi operasi pengangkatan (recovery operation). Esoknya para anggota unit gawat darurat yang telah berada di lokasi kecelakaan berhasil menemukan kotak hitam milik CRJ-700 tersebut. Selain itu para anggota unit gawat darurat juga berhasil mengevakuasi 28 jasad korban American Eagle penerbangan 5342.
Tabrakan udara ini merupakan kecelakaan udara pertama tanpa korban selamat di Amerika Serikat sejak jatuhnya Colgan Air 3407 pada tahun 2009. Sementara itu bagi American Airlines insiden ini merupakan kecelakaan fatal pertama mereka sejak jatuhnya penerbangan 587pada 12 November 2001. Menanggapi kecelakaan ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan di media sosial bahwa insiden ini merupakan kecelakaan buruk yang seharusnya dapat dicegah. Selain itu Presiden Trump mengkritik kebijakan inklusif yang menurutnya berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut. Menanggapi hal tersebut Senator Demokrat dari Maryland Chris Van Hollen menganggap Presiden Trump sedang menggunakan kecelakaan ini untuk mendorong agenda politiknya.