Pada 24 Agustus 2026, Perdana Menteri (PM) Inggris Raya Andy Burnham melakukan kunjungan resmi ke Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy guna membahas bantuan milliter dan diplomatik yang dapat diberikan oleh Inggris Raya. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari PM Burnham setelah beliau sebelumnya menerima kunjungan Presiden Zelenskyy ke Inggris Raya pada 27 Juli 2026. Dalam kunjungan ini, PM Burnham kembali menekankan bahwa Inggris Raya mendukung seluruh upaya Ukraina dalam mempertahankan kedaulatannya dari invasi Rusia yang telah berlangsung sejak 2022. Sebagai bentuk dari dukungan tersebut, PM Burnham mengumumkan pemerintahannya telah memberikan MBDA izin untuk memberikan Ukraina cetak biru proses produksi komponen vital rudal penjelajah SCALP-EG/Storm Shadow. Hal ini akan memberikan Ukraina kemampuan untuk memproduksi rudal penjelajah tersebut dengan industri pertahanan mereka secara mandiri.
Tidak lama setelah melakukan kunjungan tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam kunjungan PM Burnham ke Kyiv dan dukungan yang diberikan sebagai eskalasi yang akan memperbanyak jumlah korban jiwa dan mencekal proses perdamaian. Peskov menambahkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa Inggris terlibat secara langsung dalam perang yang sedang berlangsung. Selain itu Peskov menyatakan Militer Rusia akan melakukan upaya maksimal untuk mencari tahu lokasi produksi rudal penjelajah tersebut sehingga mereka dapat menghancurkannya. Menanggapi retorika tersebut, PM Burnham menepis pernyataan Peskov dengan menyatakan bahwa Rusia adalah negara yang tidak serius terhadap upaya perdamaian karena mereka yang melancarkan invasi pada tahun 2022. PM Burnham juga menyatakan Inggris Raya akan tetap konsisten dalam mendukung upaya pertahanan Ukraina terlepas dari ancaman apapun yang disampaikan oleh Rusia.
Dukungan yang diberikan oleh PM Andy Burnham kepada Ukraina bukanlah hal baru karena sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 24 Februari 2022, Inggris Raya merupakan salah satu pendukung terbesar negara tersebut. Dukungan ini diberikan dengan berbagai hal seperti bantuan peralatan militer sebesar GBP 16 miliar dan penandatanganan perjanjian kemitraan 100 tahun untuk mengembangkan sembilan pilar prioritas nasional. Dukungan ini merupakan bagian dari strategi Inggris Raya untuk memperkuat keamanan wilayah Eropa Timur dari agresi Rusia sekaligus mengembangkan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.