Pada 16 Maret 2026, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyatakan kepada parlemen nasional (Kokkai) bahwa dia tidak memiliki rencana untuk mengirimkan kapal perang dari Pasukan Pertahanan Maritim (JMSDF) ke Selat Hormuz. PM Takaichi menambahkan bahwa pemerintahnya akan terus meninjau peran yang dapat dilakukan oleh Jepang dalam menghadapi konflik di Timur Tengah secara independen dan selaras dengan kerangka hukum yang ada. Selain itu, PM Takaichi juga menyatakan bahwa dia ingin melakukan diskusi komprehensif dengan Presiden Donald Trump untuk mendorong adanya de-eskalasi antara pihak yang terlibat. Selain itu, anggota Partai Liberal Demokrat (LDP) Jepang Takayuki Kobayashi menyatakan bahwa pemerintah Jepang harus hati-hati dalam meninjau kemungkinan mengirim kapal perang. Kobayashi mendesak PM Takaichi untuk mencari tahu terlebih dahulu apa yang diinginkan oleh Trump sebelum memutuskan untuk mengirimkan kapal JMSDF ke Selat Hormuz.
Tidak lama setelah Jepang memberikan pernyataan tersebut, Menteri Infrastruktur, Transportasi, dan Pengembangan Regional Australia Catherine King juga menyatakan kepada media bahwa mereka tidak akan mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Catherine menyatakan bahwa Australia belum menerima permintaan formal dari Amerika Serikat untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) Bayangan Australia James Paterson menyatakan bahwa jika Amerika Serikat mengirimkan permintaan formal, kita harus menimbang hal tersebut secara bijak. Hal tersebut perlu dilakukan karena Australia harus melihat kesiapan dari kapal tempur milik Angkatan Laut Australia (RAN) yang akan dikerahkan untuk menjalankan misi ini.
Sejak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meletus pada 28 Februari 2026, Militer Reguler Iran (Artesh) dan Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC) telah menutup Selat Hormuz sebagai aksi pembalasan untuk menekan pemerintahan Presiden Donald Trump. Akibat dari aksi ini, Presiden Donald Trump berharap Prancis, Jepang, Australia, China, dan Inggris Raya dapat mengirimkan kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz dari serangan Iran. Akan tetapi hingga saat ini belum ada negara yang berkenan untuk mengirimkan kapal perang mereka ke wilayah tersebut.