Pada 15 Maret 2026, Kyodo News melaporkan bahwa pemerintah Jepang sedang mengkaji kemungkinan pembelian drone tempur buatan Ukraina untuk memperkuat kapabilitas tempur dari Pasukan Pertahanan Jepang (JSDF). Kajian ini dilakukan setelah diplomat Ukraina menawarkan hal tersebut kepada pemerintah Jepang dengan catatan bahwa perjanjian tersebut harus memiliki klausa yang menjamin perlindungan informasi sensitif. Menanggapi hal tersebut, seorang pejabat senior dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jepang menyatakan kajian ini dilakukan karena drone Ukraina telah mengalami perkembangan pesat dalam waktu pendek. Perkembangan pesat tersebut membuat drone buatan Ukraina cukup efektif dalam medan pertempuran karena setiap pembaharuan yang ada dilakukan berdasarkan pengalaman tempur nyata. Selain membeli drone, pemerintah Jepang juga berharap mereka dapat mengakuisisi teknologi yang diperlukan untuk memproduksi persenjataan tersebut menggunakan industri pertahanan dalam negeri.
Kajian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk melakukan modernisasi kapabilitas pertahanan. Dalam proses ini, Kemhan Jepang telah mengalokasikan anggaran sebesar USD 1,7 miliar dalam anggaran tahun fiskal 2026 untuk membeli drone dan sistem persenjataan otonom lainnya. Persenjataan tersebut akan dikerahkan untuk mempertahankan pulau terluar Jepang berdasarkan konsep pertahanan pesisir hibrida, terintegrasi, dan terpadu (SHIELD). Dalam konsep ini, drone dan persenjataan otonom yang memiliki kapabilitas pengintaian dan penyerangan akan dikerahkan secara serentak untuk menghadapi musuh yang berusaha untuk menguasai pulau terluar. Selain itu, konsep ini juga menekankan pentingnya drone pencegat untuk menjatuhkan drone kamikaze lawan tanpa harus menghabiskan amunisi yang dapat digunakan untuk menjatuhkan target nilai tinggi seperti rudal balistik.
Perkembangan ini juga selaras dengan kepentingan Ukraina karena pada 20 Februari 2026, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah menyatakan Ukraina siap bekerja sama dengan Jepang dalam mengembangkan sektor pertahanan. Dalam kerja sama tersebut, Ukraina akan melakukan transfer teknologi (TT) drone pencegat dan kendaraan tempur laut tanpa awak (USV). Zelenskyy berharap bahwa dengan kerja sam tersebut, Jepang dapat melakukan aksi serupa dengan produksi bersama atau transfer teknologi rudal pertahanan udara sistem MIM-104 Patriot.