Pada 8 Maret 2026, Nepal menyelenggarakan pemilu legislatif untuk menentukan partai yang akan mendapatkan mayoritas parlementer di Parlemen Federal Nepal dan membentuk sebuah pemerintahan baru. Dalam pemilu ini, terdapat berbagai partai yang berkompetisi untuk mendapatkan kursi parlemen seperti Partai Rastriya Swantatra (RSP), Partai Kongres Nepal, Partai Komunis Nepal Marxis-Leninis (CPN-LM), dan Partai Ujyalo Nepal (UNP). Dalam pemilu parlementer ini, Partai RSP yang dipimpin oleh mantan rapper Balendra Shah berhasil memenangkan 122 kursi sementara partai lainnya hanya memenangkan 27 kursi. Sementara itu, Shah sendiri berhasil mengalahkan mantan perdana menteri (PM) Khadga Prasad Sharma Olli yang maju sebagai lawannya di distrik parlemen Jhapa 5.
Menanggapi hasil tersebut, anggota senior Partai RSP Ramesh Paudyal menyatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa partai mereka telah mendapatkan dukungan penuh dari gerakan gen Z. Ramesh menambahkan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh PM Balendra Shah akan berusaha sekuat tenaga untuk menghormati pengorbanan para kaum muda Nepal dengan menjalankan tugas yang telah diamanatkan oleh rakyat. Sementara itu jurnalis politik Kunda Dixit menyatakan bahwa hasil ini merupakan cermin yang menunjukkan kekesalan masyarakat terhadap partai penjaga tua (old guard) yang dianggap korup dan inkompeten. Selain itu, masyarakat Nepal juga berharap kemenangan Partai RSP dalam pemilu ini dapat mengubah Nepal menuju arah yang lebih baik. Pemilih dari gen Z khususnya berharap korupsi di Nepal dapat dihentikan dan kaum muda dapat diberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan layak.
Pemilu parlementer ini merupakan pemilih suara pertama yang diselenggarakan sejak pemerintahan PM Khadga Prasad Sharma Olli diruntuhkan akibat dari demonstrasi besar yang dipimpin oleh gen Z pada 8-9 September 2025. Demonstrasi tersebut terjadi akibat dari berbagai faktor seperti korupsi yang merajalela, anak pejabat dari partai penjaga tua yang memamerkan kekayaan mereka, dan stagnasi dan ketimpangan ekonomi. Akibat dari represi yang dilancarkan oleh aparat keamanan Nepal, setidaknya 77 demonstran tewas dan 300 terluka. Represi ini mendesak para demonstran untuk membakar gedung Parlemen Federal Nepal dan Mahkamah Agung.