Pada 9 Juni 2026, delegasi pemerintahan Republik Arab Suriah (SAA) dan Republik Mesir bertemu di Washington D.C untuk membahas potensi penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Menteri ESDM Mesir Karim Badawi dan Menteri ESDM Suriah Mohammed al-Bashir berdiskusi untuk membahas bagaimana kedua negara dapat meningkatkan kerja sama dalam hal rehabilitasi infrastruktur energi Suriah dan eksplorasi energi. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk membentuk sebuah mekanisme pengawasan teknis khusus yang memiliki tanggung jawab guna mengawasi implementasi perjanjian, memberikan pelatihan teknis bagi pekerja, serta menyelenggarakan transfer personel dan ilmu pengetahuan. Kedua menteri juga membahas secara detail perkembangan rehabilitasi Arab Gas Pipeline yang sedang menghadapi perbaikan sejak tahun 2025.
Menanggapi pertemuan ini, Menteri ESDM Mesir Karim Badawi menyatakan bahwa Mesir memiliki kemahiran dalam industri energi baik itu dari segi pengembangan infrastruktur, pembangunan fasilitas pengolahan, dan eksplorasi sumber daya. Kemahiran ini memberikan perusahaan energi Mesir seperti ENPPI dan Petrojet ruang untuk melakukan kontribusi signifikan dalam memperbaiki infrastruktur energi Suriah yang rusak akibat perang saudara. Karim menambahkan bahwa kerja sama ini selaras dengan shared interests yang dimiliki kedua negara seperti integrasi ekonomi negara Arab dan penggunaan industri energi untuk kebaikan bersama. Menurut Karim hal ini penting karena kerja sama ini dapat meningkatkan ketahanan energi, mempercepat integrasi regional, serta mendukung rekonstruksi dan rehabilitasi sektor perekonomian Suriah. Selain itu, Karim juga menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bukti dari kedekatan kedua negara yang memiliki latar belakang sejarah cukup kuat.
Sejak perang saudara Suriah berakhir dengan runtuhnya rezim Bashar Al-Assad pada 8 Desember 2024, Suriah sedang berusaha membangun kembali perekonomian negara mereka dengan berbagai upaya seperti menjual minyak mentah dan mendorong kerja sama ekonomi. Perjanjian kerja sama ekonomi dengan Mesir merupakan satu dari belasan kesepakatan serupa dari berbagai negara seperti Azerbaijan, Turki, Qatar, Saudi Arabia, dan Amerika Serikat. Bagi Suriah, kerja sama ekonomi ini penting karena selain membangun ulang infrastruktur, mereka memiliki ambisi untuk menjadi salah satu pusat transit energi regional di kawasan Timur Tengah.