Genta Koja Memenangkan Pemilihan Umum Gubernur Okinawa
Pada 14 September 2026, Pulau Okinawa menyelenggarakan pemilu umum (pemilu) untuk menentukan siapa yang akan menjadi gubernur baru mereka. Dalam pemilu ini, terdapat enam kandidat independen dan partai yang mencalonkan diri sebagai gubernur Pulau Okinawa. Dari enam kandidat yang mencalonkan diri sebagai kandidat, terdapat dua nama yang memiliki dukungan signifikan yaitu mantan Walikota Naha Genta Koja dan gubernur petahana Denny Tamaki. Dilansir dari Al-Jazeera, Genta berhasil mendapatkan mandat rakyat setempat dengan memenangkan 59% suara sementara lawannya hanya mendapatkan 38%. Dalam pidato kemenangannya, Genta menyatakan pemilu ini menunjukkan bahwa masyarakat Okinawa ingin terjadi sebuah pembaruan dalam tata kelola pemerintahan pulau tersebut. Genta menambahkan bahwa walaupun dia menghargai jasa yang telah dilakukan oleh Gubernur Tamaki, beliau ingin memajukan Okinawa.
Menanggapi kemenangan tersebut, Gubernur petahana Okinawa Denny Tamaki menyatakan bahwa masyarakat Okinawa telah menentukan pilihannya. Gubernur Tamaki menambahkan bahwa dia tidak akan menyesali aksinya yang menolak rencana relokasi pangkalan Marinir Amerika Serikat (USMC) dari Bandara Militer Funtenma ke Distrik Henoko. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Liberal Demokrat Jepang (LDP) Shunichi Suzuki menyatakan kepada pers bahwa kemenangan Genta merupakan perkembangan positif karena hal tersebut berhasil menstabilkan basis dukungan politik partai. Dilansir dari The Japan Times, kemenangan ini juga akan memperkokoh posisi PM Sanae Takaichi karena dukungan yang diberikan kepada Genta dianggap sebagai barometer bagi kesuksesan koalisi pemerintahannya. Hal ini dapat memberikan pemerintahannya kapital politik untuk menjalankan kebijakan pembangunan postur pertahanan seperti relokasi USMC serta pemberian insentif finansial bagi pabrik sipil yang dapat memproduksi komponen atau barang kegunaan ganda (dual use goods).
Kemenangan Genta Koja dalam pemilu ini merupakan momen bersejarah bagi Okinawa karena sang mantan Walikota Naha akan menjadi gubernur paling muda dalam sejarah pulau tersebut. Selain itu, kemenangannya juga pertama kalinya dalam 12 tahun Okinawa memilih seorang gubernur yang mendukung rencana relokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Isu ini merupakan sebuah topik sensitif dalam politik Okinawa karena masyarakat setempat sebelumnya telah menyampaikan keberatan terhadap keberadaan pangkalan Amerika Serikat. Keberatan ini diberikan akibat dari beberapa faktor seperti pencemaran suara, pencemaran lingkungan, dan prospek keamanan pemukiman setempat jika perang meletus.