Pada 23 Februari 2026, Kementerian UMKM Korea Selatan dan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) mengumumkan bahwa mereka telah membuat sebuah rencana untuk membina pembuatan 100 perusahaan startup pertahanan pada tahun 2030. Pembinaan ini dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan industri pertahanan Korea Selatan serta mempermudah adopsi teknologi canggih. Dalam rencana ini, pemerintah Korea Selatan akan memberikan peluang bagi perusahaan startup untuk untuk bekerja sama dengan Militer Korea Selatan dan kontraktor pertahanan guna mengurangi hambatan masuk ke dalam pasar. Selain itu, rencana ini juga akan mendukung riset dan pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh perusahaan startup sehingga mereka dapat mengikuti proses tender secara adil dan kompetitif. Untuk mengawasi perkembangan kebijakan ini, Kementerian UMKM dan DAPA Korea Selatan akan membentuk sebuah komite antar kementerian untuk memantau implementasi dan melakukan penyesuaian.
Menanggapi hal tersebut, Menteri UMKM Korea Selatan Han Sung-sook menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengubah ekosistem industri pertahanan menjadi lebih kompetitif dan inklusif dengan meningkatkan peran dari perusahaan startups. Menteri Han menambahkan saat ini industri pertahanan dipandang bukan hanya sebagai pilar keamanan nasional tapi juga sebagai salah satu penggerak ekonomi. Selain itu, Menteri Han juga mendorong agar ekosistem industri pertahanan Korea Selatan dapat mengikuti Amerika Serikat yang mana teknologi yang dikembangkan secara mandiri di sektor sipil dapat juga digunakan oleh militer. Sementara itu Ketua DAPA Korea Selatan Lee Yong-cheol menekankan bahwa integrasi antara perusahaan startup dalam ekosistem pertahanan penting karena hal tersebut dapat memperkokoh posisi Korea Selatan sebagai kekuatan industri pertahanan besar.
Kebijakan untuk membina perusahaan startup industri pertahanan merupakan bagian dari agenda Presiden Lee Jae-Myung untuk meningkatkan kemandirian dan menjadikan Korea Selatan sebagai kekuatan industri pertahanan keempat terbesar di dunia. Untuk mencapai hal tersebut, Presiden Lee telah menjanjikan peningkatan anggaran pengembangan teknologi pertahanan dan memperkuat ekosistem industri pertahanan. Selain kedua hal tersebut, Presiden Lee juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 8,2% pada tahun 2026.