Pada 26 Januari 2026 Kementerian Pertahanan Nasional (Kemhanas) China mengkonfirmasi kabar yang beredar bahwa beberapa perwira tinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang diselidiki akibat dugaan melanggar hukum, disiplin militer, dan korupsi. Perwira tinggi yang diselidiki atas tuduhan tersebut adalah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Jenderal Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC Jenderal Liu Zhenli. Selain kedua tuduhan tersebut, Kemhanas China juga menuduh Jenderal Zhang sebagai mata-mata asing yang membocorkan informasi program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat. Penyelidikan ini merupakan sebuah kejutan besar karena sebelumnya terdapat pandangan bahwa Jenderal Zhang merupakan tokoh yang aman secara politik karena beliau merupakan sekutu Xi Jinping.
Menanggapi perkembangan tersebut, mantan analis Badan Pusat Intelijen (CIA) Amerika Serikat Christopher K. Johnson menyatakan bahwa hal ini merupakan sebuah aksi tidak terduga yang meruntuhkan struktur eselon tinggi PLA. Johnson menambahkan bahwa keputusan untuk menyelidiki Jenderal Zhang menunjukkan bahwa upaya pembersihan yang dilakukan sang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis China (PKC) bersifat menyeluruh. Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Universitas Tamkang Lin Ying-yu. Namun Lin menambahkan bahwa hal ini juga menunjukkan bahwa selama Xi berkuasa, tidak akan ada teman, musuh, atau bawahan abadi. Sementara itu, pakar PLA Su Tzu-yun menyatakan bahwa investigasi terhadap Jenderal Zhang merupakan pukulan besar bagi PLA karena hal tersebut dapat merusak moral dan kesiapan operasional dalam menjalankan operasi militer.
Kampanye Xi Jinping untuk membersihkan PLA dari korupsi telah berlangsung sejak pertengahan 2023. Dalam kampanye tersebut, setidaknya tiga anggota CMC, seorang mantan menteri pertahanan nasional (menhanas), dua wakil ketua CMC, dan setidaknya 12 jenderal senior telah dibebastugaskan atau ditahan akibat tuduhan korupsi. Akibat dari penyelidikan terhadap Jenderal Zhang dan Liu, saat ini hanya ada dua anggota dalam CMC yakni Sekjen PKC Xi Jinping dan Jenderal Zhang Shengmin yang sebelumnya menjabat sebagai perwira politik. Alhasil beberapa pakar menganggap aksi yang dilakukan oleh Xi Jinping sebagai salah satu upaya pembersihan paling ekstensif terhadap PLA sejak era kepemimpinan Mao Zedong