Pada 29 September 2026, Pasukan Keamanan Internal (ISF) Suriah mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan sebuah operasi anti-terorisme yang berhasil melumpuhkan empat sel kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Raqqa, Aleppo, Homs, dan Idlib. Operasi anti-terorisme ini dilancarkan secara serentak dengan bantuan intelijen dari Badan Intelijen Nasional (GIS) Suriah dan masyarakat setempat yang membantu operasi tersebut. Dilansir dari Enad Balabi, ISF menyatakan bahwa sel ISIS yang berhasil dilumpuhkan telah terlibat dalam lima aksi penculikan warga dan perencanaan aksi pengeboman teror menggunakan alat peledak rakitan (IED), granat rampasan perang, dan berbagai tipe senapan pucuk dan pistol. ISF menambahkan bahwa mereka akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh pelaku yang berhasil ditangkap sebelum mereka diadili di mahkamah nasional.
Penangkapan anggota sel ISIS di empat provinsi Suriah bukanlah suatu hal yang baru karena sebelumnya Pemerintah Transisi Suriah (STG) telah mengumumkan operasi serupa sebagai bagian dari upaya reintegrasi mereka dengan komunitas internasional. Hal ini dapat dilihat dengan penangkapan tokoh senior ISIS seperti Hamza Abdullah Muhammad dan Firas al-Dagher di wilayah utara dan selatan Suriah. Penangkapan ini dianggap penting oleh STG karena hal tersebut dapat menggerus kemampuan ISIS untuk melancarkan serangan serta memberikan kontribusi positif bagi keamanan Suriah pasca keruntuhan rezim Partai Ba’ath Bashar Al-Assad. Hal ini merupakan sesuatu yang diperlukan karena menurut laporan yang dirilis oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, ISIS telah melancarkan setidaknya 65 serangan sejak awal 2026 dan cakupan wilayah yang ditargetkan oleh telah menyebar hingga ke Ibukota Damaskus.
Pelumpuhan sel ISIS sendiri merupakan salah satu bagian dari upaya masif yang saat ini masih dilakukan oleh STG karena Presiden Ad Interim Ahmed Al-Sharaa menganggap keberadaan kelompok teroris ini sebagai ancaman besar bagi legitimasi pemerintahannya. Untuk menghadapi ancaman ini, Al-Sharaa telah melakukan beberapa upaya seperti meningkatkan frekuensi operasi penangkapan serta bergabung dengan koalisi anti-ISIS buatan Amerika Serikat. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suriah, operasi penangkapan yang dilancarkan telah berhasil menangkap 235 teroris dalam periode tiga bulan serta menggagalkan setidaknya tujuh upaya serangan besar.