Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan keputusan untuk mencabut status diplomatik para diplomat Belanda yang bertugas di kantor perwakilan di Ramallah, Tepi Barat, Palestina pada Minggu (27/9). Keputusan tersebut diambil setelah Belanda memberlakukan larangan impor produk yang berasal dari pemukiman Israel di Tepi Barat. Israel kemudian menilai kebijakan Belanda sebagai tindakan sepihak yang merugikan negaranya.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengatakan Belanda tetap dapat menjalankan kepentingannya terkait Palestina, tetapi tidak melalui wilayah yang berada di bawah kendali Israel.
“Jika Belanda ingin terus mewakili kepentingannya di hadapan Palestina, mereka dapat melakukannya dari wilayah Otoritas Palestina, bukan dari wilayah Negara Israel,” kata Saar dalam pernyataan yang diunggah di X.
Israel juga meminta para diplomat Belanda yang bertugas di Ramallah mengembalikan dokumen diplomatik yang diterbitkan Israel dalam waktu tujuh hari.
Dikutip Al Jazeera, Saar mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari respons Israel terhadap sejumlah kebijakan Belanda.
Pada bulan lalu, Israel menarik delegasi Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza di Kiryat Gat setelah pemerintah Belanda mengambil sejumlah tindakan terhadap Israel.
“Saya tegaskan kembali: Israel tidak akan mengabaikan tindakan yang bertujuan untuk merugikannya. Negara mana pun yang bertindak secara bermusuhan dan sepihak terhadap Israel akan kehilangan pengaruh dan relevansinya di kawasan ini,” lanjut Saar.
Disisi lain, Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, mengatakan pemerintahnya menyesalkan keputusan Israel yang dinilai tidak perlu dan tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya.
“Sanksi sementara kami tidak ditujukan terhadap Israel, tetapi berasal dari kewajiban kami untuk tidak berkontribusi pada situasi yang melanggar hukum terkait permukiman ilegal,” kata Berendsen dalam sebuah pernyataan pada Senin (28/9).
Sementara itu, mantan diplomat senior Inggris sekaligus pendiri kelompok penasihat nirlaba Independent Diplomat, Carne Ross, menilai pencabutan status diplomat Belanda lebih penting sebagai gambaran memburuknya hubungan diplomatik Israel dengan sejumlah negara.
“Fakta bahwa Israel mengusir diplomat Belanda yang pada dasarnya adalah diplomat untuk Palestina, untuk penduduk Palestina di Tepi Barat, menurut saya tidak terlalu signifikan kecuali untuk menunjukkan semakin meningkatnya isolasi diplomatik Israel,” kata Ross kepada Al Jazeera.