Pada 13 Juli 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan di media sosial X/Twitter bahwa pemerintah Ukraina akan melakukan reorganisasi pemerintahan sebagai bentuk dari implementasi strategi baru yang bertanggung jawab dalam bidang kebijakan luar negeri dan dalam negeri. Dalam reorganisasi ini, pemerintah Ukraina akan menunjuk penanggung jawab (PIC) khusus dengan pengalaman signifikan untuk area kebijakan luar negeri prioritas seperti produksi rudal sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot, pengembangan sistem rudal anti balistik Uni Eropa (EU), dan kerja sama bilateral. Tugas dari para PIC ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh agenda prioritas dengan negara sekutu berhasil diimplementasikan secepatnya tanpa mengkhianati ekspektasi yang telah diharapkan oleh masyarakat Ukraina. Sementara itu dari sisi kebijakan dalam negeri, reorganisasi ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan di kawasan perbatasan, meningkatkan pasokan senjata dan persediaan vital untuk Militer Ukraina (ZSU) di wilayah Donbass, dan mempercepat transformasi industri pertahanan.
Berdasarkan diskusi yang dilakukan antara Presiden Zelenskyy dan Perdana Menteri (PM) Yulia Svyrydenko, reorganisasi ini membutuhkan perombakan kabinet yang mencakup pergantian beberapa kepala badan penegakan hukum dan PM. Menanggapi hal tersebut, Presiden Zelenskyy menyampaikan bahwa dia berterima kasih atas jasa PM Yulia dan menambahkan bahwa dia akan diberikan kesempatan baru untuk memimpin salah satu PIC dari area kebijakan luar negeri prioritas Ukraina. Dilansir dari Deutsche Welle, perombakan ini membuka pertanyaan baru yaitu siapa yang akan menggantikan Yulia Svyrydenko sebagai PM baru Ukraina. Berdasarkan informasi yang ada, terdapat beberapa kandidat yang memiliki potensi untuk menjadi PM baru seperti Menteri Pertahanan (Menhan) Mykhailo Fedorov, Menteri Energi Denys Shymal, atau CEO BUMN energi Ukraina Serhiy Koretskyi.
Reorganisasi pemerintahan di Ukraina bukanlah suatu hal yang baru karena sebelumnya Presiden Zelenskyy telah melakukan aksi serupa dalam periode 2022-2025. Tujuan dari reorganisasi ini cukup beragam seperti meningkatkan efisiensi pemerintahan serta sebagai upaya untuk merespon kejenuhan masyarakat akibat kasus korupsi dan mismanajemen jabatan. Perombakan ini merupakan bagian dari upaya tersebut karena masyarakat Ukraina masih memiliki kepercayaan rendah terhadap pemerintahan akibat dari kasus korupsi tahun lalu yang dilakukan oleh beberapa sekutu dari Presiden Zelenskyy.