Amerika Serikat dan China kembali memperkuat komunikasi ekonomi di tengah berbagai isu perdagangan yang masih membayangi hubungan kedua negara. Pembicaraan terbaru berlangsung melalui konferensi video antara Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, yang juga dihadiri Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Informasi tersebut dilaporkan oleh Bloomberg, Kamis (30/7/2026).
Dalam pembicaraan tersebut, kedua belah pihak membahas persiapan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Selain agenda diplomatik tingkat tinggi, pertemuan juga difokuskan pada sejumlah persoalan perdagangan yang masih menjadi perhatian kedua negara.
Melalui unggahan di platform X, Scott Bessent menyatakan bahwa Washington mengharapkan Beijing memenuhi komitmennya terkait pasokan logam tanah jarang serta peningkatan akses bagi produk pertanian asal Amerika Serikat. Ia juga menjelaskan bahwa kedua negara membahas implementasi Trade and Investment Boards sebagai mekanisme untuk mendorong hubungan ekonomi yang lebih seimbang, adil, dan konstruktif.
Sementara itu, menurut kantor berita resmi China, Xinhua, pemerintah China kembali menyampaikan keprihatinan atas sejumlah kebijakan perdagangan terbaru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Beijing. Meski demikian, kedua negara sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi, memperkuat kepercayaan bersama, serta mengurangi berbagai perbedaan yang masih ada dalam hubungan bilateral.
Dialog ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan rutin yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Selama periode tersebut, Washington dan Beijing membahas berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan tarif impor, perdagangan mineral tanah jarang, hingga persoalan investasi dan teknologi yang menjadi perhatian kedua negara.
Meski hubungan perdagangan masih diwarnai berbagai tantangan, kedua negara saat ini tetap mempertahankan gencatan dagang yang telah menunda sejumlah tarif tambahan dan pembatasan ekspor. Namun, sejumlah isu seperti kebijakan tarif baru Amerika Serikat, akses terhadap mineral strategis, serta persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI) masih menjadi faktor yang berpotensi memicu ketegangan baru.
Langkah Washington dan Beijing untuk terus membuka jalur komunikasi dinilai menjadi upaya penting dalam menjaga stabilitas hubungan ekonomi antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, sekaligus menciptakan ruang bagi tercapainya kesepakatan yang lebih luas menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.