Pada 18 Juni 2026, Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) melancarkan serangan udara masif terhadap kilang minyak Rusia di Moskow. Dalam serangan ini, ZSU menggunakan setidaknya 200 drone kamikaze berbagai tipe yang ditabrakkan ke fasilitas penting seperti tempat penyimpanan minyak, tempat pemurnian minyak, dan pipa transfer. Dalam salah satu video yang merekam serangan tersebut, terlihat bahwa ledakan yang diakibatkan drone kamikaze berhasil membuat terbang tutup salah salah satu tempat penyimpanan minyak. Selain itu, terdapat juga video lain yang menunjukkan drone kamikaze mengenai salah satu komplek pabrik yang berada di sekitar Moskow setelah ditembak jatuh oleh rudal pertahanan udara jarak dekat (SHORAD). Tidak lama setelah serangan rampung, BBC melaporkan bahwa terdapat hujan minyak di beberapa area Moskow yang menyebabkan warga terpaksa memasukkan kembali pakaian yang dijemur.
Menanggapi serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa aksi ini merupakan balasan terhadap serangan udara Rusia terhadap Kyiv yang membakar situs bersejarah yaitu Biara Pchersk Lavra. Zelenskyy menambahkan bahwa jika Ukraina terbakar maka Rusia harus menghadapi nasib serupa. Merespon pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menyatakan Rusia akan melancarkan aksi balasan lebih besar karena perkataan saja tidak cukup untuk memberikan Ukraina pelajaran. Sementara itu, Walikota Moskow Sergey Sobyanin menyatakan kepada media bahwa serangan udara Ukraina berhasil menghantam kilang minyak namun setidaknya 190 drone berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia. Koresponden Al-Jazeera di Rusia Yulia Shapovalova menambahkan bahwa kilang yang dihantam memiliki nilai strategis tinggi karena menyediakan setidaknya 40% dari seluruh minyak yang dikonsumsi penduduk Moskow.
Sejak Rusia melancarkan invasi terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022, ZSU dan badan intelijen terkait telah melancarkan ‘sanksi jarak jauh’ dengan mengirimkan drone kamikaze untuk menghantam fasilitas minyak milik Rusia. Serangan terhadap kilang Moskow merupakan bagian dari ratusan aksi serupa yang memiliki tujuan untuk mengekang kemampuan Rusia dalam mendanai invasinya. Selain itu, serangan ini juga diharapkan dapat memberikan efek psikologi signifikan dengan menunjukkan bahwa tidak akan ada wilayah yang aman dari serangan Ukraina.