Pada 17 Februari 2026, Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengumumkan bahwa Australia akan menginvestasikan ASD 3,9 miliar untuk membangun sebuah galangan kapal baru di Kota Osborne, Negara Bagian Australia Selatan. Galangan kapal tersebut akan digunakan oleh Australia untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir (SSN) yang telah diakuisisi dalam pakta trilateral AUKUS. Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa investasi tersebut merupakan pembayaran awal dari keseluruhan biaya pembangunan yang diperkirakan akan mencapai ASD 30 miliar. PM Albanese juga menyatakan bahwa pembangunan galangan kapal tersebut akan membuka setidaknya 10 ribu pekerjaan baru dan 1000 pekerjaan magang. Selain itu, PM Albanese juga menekankan bahwa proyek ini akan membuahkan hasil dan selaras dengan kepentingan nasional Australia.
Galangan untuk kapal selam bertenaga nuklir dibangun di Osborne merupakan fasilitas gabungan yang mencakup fabrikasi, pemasangan perlengkapan, konsolidasi, serta zona tes dan peresmian. Untuk menjalankan proyek besar ini, pemerintah Australia telah menunjuk BUMN Australian Naval Infrastructure (ANI), sebagai mitra yang memiliki tugas untuk mendesain dan mengalokasikan sumber daya yang tersedia. Selain membangun galangan kapal, pemerintah Australia juga sedang membangun infrastruktur tambahan seperti jalan akses baru yang dapat mempermudah akses ke fasilitas baru. Seluruh hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah federal Australia untuk meningkatkan investasi pertahanan di Negara Bagian Australia Selatan. Dilansir dari Naval News, pembangunan galangan kapal dan fasilitas terkait diperkirakan akan membutuhkan sekitar 126 ribu ton besi dan 66 juta man hour.
AUKUS merupakan proyek investasi pertahanan terbesar dalam sejarah Australia. Dalam pakta ini, Australia akan membangun infrastruktur untuk menjadi sebuah pusat pemeliharaan bagi SSN kelas Virginia Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) dalam tahun 2027. Selain itu, pakta ini juga menekankan kerja sama antara Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Australia untuk mengembangkan SSN kelas baru yang menggabungkan teknologi USN dan Angkatan Laut Inggris Raya (RN). Pakta ini sempat menghadapi ancaman pembatalan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk meninjau ulang AUKUS karena dianggap tidak sesuai dengan agenda America First. Namun pada akhirnya, Presiden Trump mengizinkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) untuk melanjutkan pakta tersebut pada September 2025.