Pada 14 Februari 2026, analis geopolitik kawasan Afrika dan Timur Tengah, Rich Tedd menyatakan dalam media sosial X/Twitter bahwa Turki telah mengirimkan setidaknya 12 tank tempur utama (MBT) M48 dan M60 Patton untuk Tentara Nasional Somalia (SNA). Menurut Rich, MBT tersebut diturunkan dari kapal pendaratan berat (LST) TCG Sancaktar dari Angkatan Laut Turki dan dikirimkan menggunakan truk berat melalui Mogadishu dengan sebuah konvoi. Dilansir dari Garowe Online, MBT tersebut akan ditempatkan di wilayah Warshiikh untuk melindungi aset strategis yang dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Turki seperti plafon peluncuran roket satelit dan fasilitas pengembangan rudal. Pengiriman M48 and M60 ke wilayah Washiikh dianggap vital bagi kepentingan nasional Turki karena keberadaan kedua MBT tersebut memberikan efek deterrence dari ancaman asimetris di kawasan Sahel.
Hibah M60 dan M48 merupakan bagian dari upaya Turki untuk meningkatkan keberadaan militer mereka di kawasan Tanduk Afrika. Beberapa minggu sebelum MBT tersebut tiba di Mogadishu, Angkatan Udara Turki (TAF) melakukan penerbangan ketinggian rendah menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di wilayah ibu kota Somalia. Keputusan Turki untuk meningkatkan keberadaan militer mereka di Somalia dilakukan karena beberapa faktor seperti meningkatnya serangan kelompok militan terhadap personel militer Turki dan keputusan Israel untuk mengakui kedaulatan Somaliland. Hal ini menunjukkan bahwa pengerahan kekuatan militer Turki ke Somalia telah mengalami perubahan dari yang sebelumnya memberikan pelatihan dan membagun kapasitas menjadi intervensi aktif.
Hubungan antara Turki dan Somalia telah mengalami peningkatan pesat sejak kedua negara menyepakati perjanjian kerja pertahanan pada 8 Februari 2024. Dalam perjanjian tersebut, Turki akan melatih dan membangun kapabilitas Militer Somalia dalam periode waktu 10 tahun. Pembangunan kapasitas ini dapat dilihat pada tahun 2025 saat Turki mengirimkan tiga helikopter penyerang T-129 ATAK untuk Angkatan Laut Somalia (SSN) dan dua drone Bayraktar Akinci untuk Angkatan Udara Somalia (SAF. Selain membangun kapasitas, Turki juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SAF dengan melatih sekitar 10 ribu personel di Pangkalan Militer Utama TURKSOM.