Pada 15 Februari 2026, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Suriah mengumumkan bahwa Angkatan Darat Suriah telah mengambil alih Pangkalan Udara Al-Shaddadi di Provinsi Al-Hasakah. Kemhan Suriah menyatakan bahwa Angkatan Darat Suriah mengambil alih Pangkalan Al-Shaddadi setelah berkoordinasi dengan Militer Amerika Serikat tentang jadwal penarikan mundur pasukan. Perkembangan ini terjadi beberapa hari setelah Militer Amerika Serikat menyerahkan Pangkalan Militer Al-Tanf, Provinsi Rif Dimashq kepada Angkatan Darat Suriah. Dilansir dari OZ Arab Media, penyerahan kembali Pangkalan Al-Tanf dan Al-Shaddadi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Transisi Suriah (STG) untuk kembali mengendalikan seluruh wilayah yang sebelumnya berada di luar kendali mereka. Penyerahan ulang ini juga menandakan perubahan dinamika keseimbangan kekuasaan di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi perkembangan ini Jurnalis Al-Jazeera Heidi Pett menyatakan keputusan Amerika Serikat untuk meninggalkan kedua pangkalan tersebut merupakan bagian dari perubahan strategi melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/Daesh). Dalam strategi ini, Amerika Serikat akan bekerja sama dengan STG dengan memberikan bantuan intelijen dan teknis kepada Militer Suriah untuk menghadapi ISIS. Namun Heidi juga menekankan bahwa walaupun Amerika Serikat telah meninggalkan Al-Shaddadi, mereka tidak akan sepenuhnya meninggalkan Suriah karena masih terdapat ancaman dari ISIS. Hal ini dapat dilihat dengan pengumuman dari Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) yang menyatakan bahwa serangan terhadap ISIS di Suriah akan terus berlanjut. Selain itu, penyerahan kedua pangkalan tersebut telah memicu beragam reaksi dari masyarakat setempat. Di satu sisi terdapat masyarakat yang menyambut penyerahan tersebut secara positif namun di sisi lain terlihat juga beberapa elemen dari etnis Kurdi yang khawatir penarikan mundur Amerika Serikat akan meningkatkan represi terhadap kaum mereka.
Keputusan Amerika Serikat untuk meninggalkan pangkalan militer Al-Tanf Al-Shaddadi dilakukan setelah STG dan kelompok milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menandatangani sebuah kesepakatan komprehensif tentang integrasi pasukan pada 30 Januari 2026. Dalam kesepakatan ini, milisi SDF akan diintegrasikan sebagai tiga brigade dalam Angkatan Darat Suriah. Ketiga brigade tersebut akan ditempatkan di wilayah Qamishli, Al-Hasakah, dan Derik di dekat perbatasan Suriah-Irak. Tidak lama setelah kedua belah pihak menyepakati perjanjian tersebut, Syria TV melaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat diperintahkan untuk meninggalkan pangkalan Al-Tanf dan Al-Shaddadi.