Pada 7 Februari 2026, Perusahaan Industri Mekanik dan Kimia (MKE) Turki menandatangani kontrak senilai USD 350 juta dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mesir. Dalam perjanjian tersebut, MKE akan menjual amunisi kepada Angkatan Bersenjata Mesir (EAF) serta membangun pabrik produksi bersama di ibu kota Mesir, Kairo. Dilansir dari Middle East Eye, amunisi yang akan diproduksi dalam pabrik tersebut cukup beragam dari peluru pucuk 7,62x51mm, 12,7x99mm, dan peluru artileri jarak jauh kaliber 155mm. Selain membangun pabrik produksi bersama, MKE juga akan menjual sistem pertahanan udara jarak dekat (SHORAD) Tolga digunakan untuk menghadapi ancaman drone FPV. Selain itu, Turki dan Mesir juga sepakat untuk membentuk sebuah perusahaan patungan (joint venture company) untuk mendorong ekspor persenjataan buatan Turki ke kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.
Kontrak ini dianggap sebagai langkah signifikan dalam perbaikan hubungan antara Turki dan Mesir karena kontrak tersebut, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan koordinasi intelijen di Gaza dan Libya serta mendorong pembuatan rencana militer strategis. Perjanjian ini juga memiliki potensi untuk diperluas dengan kesepakatan untuk memproduksi persenjataan teknologi tinggi buatan Turki di Mesir seperti pesawat tempur siluman KAAN. Hal ini memiliki kemungkinan untuk terjadi karena pada Juni 2025, Presiden Mesir Abdel Fatah El-Sisi mengunjungi Turki dan menyatakan keinginannya untuk membeli pesawat tempur KAAN. Presiden El-Sisi juga menyampaikan bahwa Mesir bersedia untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan produksi pesawat tempur KAAN.
Sebelumnya hubungan antara Turki dan Mesir sempat mengalami penurunan akibat dari kudeta Jenderal El-Sisi yang meruntuhkan pemerintahan Presiden Mohamed Mors tahun 2013. Akan tetapi, kedua negara mulai memperbaiki hubungan pada tahun 2023 dengan menunjuk duta besar dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai sektor. Dilansir dari Business Insider, perbaikan hubungan ini dilakukan karena Mesir dan Turki memiliki kepentingan nasional serupa di Sudan dan Somalia. Perbaikan hubungan ini membuka pintu bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Hal tersebut terlihat pada September 2025 dengan latihan bersama Friendship Sea antara Angkatan Laut Turki (TNF) dan Angkatan Laut Mesir di Laut Merah. Selain latihan bersama, kedua negara juga memperdalam kerja sama industri pertahanan dengan mengembangkan persenjataan teknologi canggih seperti drone pengintai Hamza-1 dan kendaraan tempur tanpa awak (UGV) Aqrab.