Parlemen Thailand resmi memilih Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai, sebagai perdana menteri baru pada 5 September 2025. Dalam pemungutan suara di parlemen, Anutin berhasil meraih 311 suara, jauh melebihi syarat mayoritas 247 suara dari total 492 anggota aktif. Ia mengalahkan calon dari Partai Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri, yang hanya memperoleh 152 suara. Kemenangan Anutin terjadi setelah Mahkamah Konstitusi pada 29 Agustus 2025 mencopot perdana menteri sebelumnya, Paetongtarn Shinawatra, putri mantanPM Thaksin Shinawatra, akibat pelanggaran etik dalam kasus yang terkait dengan hubungan politik lintas batas dengan Kamboja
Keberhasilan Anutin tidak lepas dari dukungan People’s Party, partai terbesar di parlemen, yang memberikan suara dengan syarat bahwa pemilu baru digelar dalam waktu empat bulan.Anutin yang sebelumnya sempat menjadi bagian dari koalisi Pheu Thai, berbalik arah setelah kecewa dengan kepemimpinan Paetongtarn dalam sengketa perbatasan. Pada 2023, Anutin bergabung dalam pemerintahan koalisi Pheu Thai di bawah perdana menteri Srettha Thavisin, sebelum pemerintahannya diguncang kasus etika. Setelah Srettha dilengserkan, putrinya, Paetongtarn Shinawatra, menggantikan kursi perdana menteri.
Kekuasaan Paetongtarn bertahan hingga tanggal 29 Agustus lalu, ketika MahkamahKonstitusi mencopot Paetongtarn karena melanggar etika. Ia didakwa karena terungkap melakukan percakapan rahasia dengan penguasa Kamboja Hun Sen, di mana Paetongtarn malah bersuara kritis terhadap militer sendiri. Padahal, kedua negara sedang bertikai di perbatasan yang memicu konflik bersenjata berdarah selama lima hari pada Juli. Anutin, yang saat itu masih bagian dari kabinet Paetongtarn, segera mundur dan menarik Partai Bhumjaithai dari koalisi setelah berita panggilan telepon bocor ke publik. Tindakannya itu menjadi titik balik yang membuka jalan menuju kursi perdana menteri.
Kemenangan Anutin kini sekaligus menandai kekalahan terbaru bagi keluarga Shinawatra, yang sejak dua dekade terakhir mendominasi politik Thailand namun berulang kali terjerat krisis hukum dan politik.
Dua hari setelah pemungutan suara, Raja Maha Vajiralongkorn secara resmi mengesahkan penunjukan Anutin dalam upacara publik pada 7 September 2025. Dalam pidatonya, Anutin berjanji bekerja keras tanpa henti untuk memulihkan stabilitas politik dan memperbaiki perekonomian yang tengah lesu akibat ketergantungan pada pariwisata dan ekspor.