Pada 24 Februari 2025 pemimpin dan salah satu Hezbollah Hassan Nasrallah yang tewas akibat serangan udara Israel pada 27 September 2024 dimakamkan di Beirut. Pemakaman tersebut dihadiri oleh ratusan ribu pendukung Hezbollah yang datang dari berbagai negara dikawasan Timur Tengah. Menurut sumber anonim dari pemerintah Lebanon terdapat setidaknya450 ribu pendukung yang menghadiri pemakaman Nasrallah. Sementara itu kanal televisi Pan-Arab dan pro-Hezbollah Al-Mayadeen mengklaim setidaknya terdapat 1,4 juta pendukung menghadiri pemakaman sang mantan pemimpin dan penemu Hezbollah. Dalam upacara pemakaman tersebut, Sekretaris Jendral Hezbollah Naim Qassem menyampaikan sebuah pidato secara daring yang menekankan bahwa kelompok mereka akan tetap kuat. Selain itu Qassem menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus meninggalkan wilayah Lebanon yang masih diduduki.
Selain dihadiri oleh ratusan ribu hingga jutaan pendukung, pemakaman Hassan Nasrallah juga dihadiri oleh beberapa utusan dari negara dan kelompok sahabat seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araqchi dan perwakilan kelompok Houthi di Yaman. Di saat yang sama pendukung Hassan Nasrallah di Irak, Bahrain, Yaman, dan Pakistan menyelenggarakan pemakaman simbolis dengan tujuan untuk meningkatkan persatuan antar gerakan pemberontak. Selain itu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah pernyataan melalui televisi memuji Hassan Nasrallah sebagai seorang pejuang (mujahid) yang hebat dan pemimpin terkemuka. Khamenei menambahkan bahwa kematian Nasrallah merupakan titik baru bagi Poros Perlawanan untuk berjuang melawan penindasan hingga kemenangan akhir dapat tercapai.
Di sisi lain ribuan warga negara Suriah di Homs berkumpul untuk merayakan pemakaman Hassan Nasrallah akibat dari kejahatan perang yang telah dilakukan Hezbollah dalam Perang Saudara Suriah. Dalam perang tersebut Hezbollah membantu rezim Bashar Al-Assadmempertahankan kekuasaan mereka dengan melakukan pembantaian warga sipil di berbagai tempat seperti Madaya, Aleppo, dan Al-Qusayr. Selain itu Angkatan Udara Israel melancarkan sebuah show of force dengan melancarkan flyby di atas rombongan pemakaman Hassan Nasrallah. Tidak lama setelah aksi tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Israel Katz menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai ancaman bahwa seluruh musuh Israel akan menghadapi akhir yang serupa.