China Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Antara MNDAA Dan SAC
Pada 21 Januari 2025 Juru Bicara Kemlu China Mao Ning menyampaikan dalam konferensi pers bahwa kelompok etnis bersenjata (EAO) Tentara Pembebasan Demokratik Myanmar (MNDAA) dan Junta Militer Myanmar (SAC) telah menandatangani gencatan senjata. Dalam perjanjian tersebut MNDAA dan SAC akan menghentikan pertempuran pada 18 Januari 2025 pukul 00:00 waktu China. Mao menambahkan bahwa kedua belah pihak berterima kasihkepada China yang telah bersedia untuk memfasilitasi negosiasi gencatan senjata di Kunming, Provinsi Yunnan. Mao juga menekankan komitmen China untuk meredakan ketegangan dan mendukung proses perdamaian di kawasan Myanmar Utara. Selain itu Mao menyatakan bahwa China dan Myanmar adalah negara tetangga sehingga diperlukan inisiatif untuk meredakan situasi di medan pertempuran dan berkompromi untuk menyelesaikan perang melalui dialog.
Menanggapi perkembangan ini analis senior Chatham House Dr. Bill Hayton menyatakanketerlibatan China dalam perjanjian ini menunjukan ketakutan mereka terhadap Myanmar yang terpecah belah. Dr. Hayton menambahkan bahwa sebelumnya China telah menggunakan MNDAA dan beberapa EAO lain di Myanmar Utara untuk mencapai kepentingan nasionalmereka, akan tetapi keberhasilan mereka memaksa China untuk tidak melanjutkan serangan terhadap SAC. Selain itu China juga mengambil beberapa tindakan asertif dengan menghentikan pasokan listrik terhadap wilayah yang dikendalikan EAO dan menutup perbatasan Myanmar-China. Sebelumnya China telah berupaya untuk memastikan gencatan senjata dengan menggunakan kedekatan mereka terhadap SAC dan MNDAA namun upaya ini gagal karena kedua belah pihak tidak menghormati perjanjian tersebut.
MNDAA merupakan salah satu EAO yang tergabung dalam Aliansi Tiga Bersaudara(3BA) dengan Tentara Nasional Pembebasan Ta’ang (TNLA) dan Tentara Arakan (AA). Ketiga EAO tersebut merupakan pencetus Operasi 1027, sebuah serangan militer yang berhasil membebaskan ratusan pemukiman dari cengkraman SAC. Para EAO juga berhasil menguasai berbagai pos dan markas strategis SAC yang berada di dekat perbatasan utara Myanmar-China. Selain itu serangan yang dilancarkan oleh 3BA juga mendorong EAO lain untuk melancarkan operasi militer yang serupa.Di sisi lain Operasi 1027 juga membantu China karena para EAO berhasil menghancurkan sindikat penipuan daring dan perjudian ilegal yang meresahkan pemerintah pusat.