ADMM Plus Tekankan Persatuan ASEAN Dan Peningkatan Kerja Sama Pertahanan
Pada 28 Oktober 2026, forum ASEAN Defense Ministerial Meeting Plus (ADMM Plus) secara resmi dibuka di Kota Cebu, Filipina. Forum ini dihadiri oleh menteri pertahanan (menhan) dari 11 negara anggota ASEAN dan delapan negara mitra seperti Jepang dan Amerika Serikat. Dalam forum kali ini yang memiliki tema Navigating Our Future Together, Menhan Filipina sekaligus pemimpin forum ADMM-Plus Gilbert Teodoro Jr. menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya persatuan ASEAN dan penyelesaian konflik secara damai. Menhan Gilbert menekankan bahwa persatuan ini penting untuk memastikan stabilitas regional dan keamanan kawasan Asia Tenggara terjaga dari ancaman eksternal. Menhan Gilbert menambahkan walaupun negara anggota ASEAN memiliki perbedaan pandangan dalam berbagai isu, hal ini tidak boleh berkembang menjadi benih perpecahan.
Pandangan Menhan Gilbert disambut baik oleh Menhan Jepang Shinjiro Koizumi yang juga menekankan pentingnya persatuan ASEAN untuk menjaga ketahanan blok regional ini dari efek kondisi geopolitik rumit dan kondisi keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin memburuk. Menurut Koizumi hal ini penting karena kondisi geopolitik rumit yang terjadi akibat dari pecahnya konflik bersenjata di berbagai belahan dunia bersifat kumulatif dan akan selalu memiliki potensi untuk memberikan efek berantai ke berbagai kawasan. Selanjutnya, Menhan Koizumi juga mendorong agar ASEAN meningkatkan kerja sama pertahanan regional dengan negara mitra yang memiliki shared interests. Dalam hal ini, Menhan Koizumi mendorong agar ASEAN meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Jepang dalam berbagai aspek seperti kecerdasan buatan (AI), pengembangan drone, dan perlindungan infrastruktur bawah laut. Selain itu, Menhan Koizumi juga ingin meningkatkan partisipasi negara dan organisasi relevan di luar kerangka ADMM-Plus untuk memperluas opsi ASEAN dalam mengambil keputusan.
Di sisi lain, China menanggapi forum ini secara negatif dengan beberapa aksi yakni tidak mengirimkan perwakilan dari Kementerian Pertahanan Nasional (Kemhanas) serta merilis sebuah pernyataan pers yang mengkritik posisi dan kebijakan pemerintah Filipina. Menurut pandangan yang disampaikan oleh Ketua Institut Studi Laut China Selatan Ding Duo kepada Global Times, Filipina seharusnya dapat memastikan bahwa forum ADMM-Plus bersifat netral dan konstruktif. Namun menurut Ding, forum ini digunakan oleh Filipina untuk meningkatkan perhatian terhadap isu Laut China Selatan dan menggerus reputasi internasional China.