Ukraina Akan Tandatangan Kontrak Pembelian 1000 Rudal Anti-Udara Patriot1000 Rudal Anti-Udara Patriot
Pada 9 September 2026, Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina Yevhenii Khmara menyatakan dalam sebuah forum bahwa negeri nya akan menandatangani kontrak pembelian 1000 rudal anti-udara tipe PAC-2 untuk sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot. Menhan Yevhenii menambahkan bahwa kontrak pembelian ini akan didanai oleh pinjaman dari Uni Eropa (EU) dengan nilai sebesar EUR 3,2 miliar. Selain menandatangani kontrak pembelian ini, Menhan Yevhenii juga meminta agar negara sekutu Ukraina memasok 300 rudal PAC-2 dalam waktu dekat agar pertahanan udara mereka dapat terjaga dalam musim dingin. Menurut Menhan Yevgenii, rudal yang sudah dipasok ke Ukraina dapat digantikan oleh industri pertahanan Eropa dengan menggunakan model yang lebih baru dan canggih.
Keinginan Ukraina untuk mendapatkan rudal-anti udara dalam jumlah besar merupakan sebuah prioritas karena berdasarkan intelijen yang mereka miliki, terdapat indikasi Rusia akan meningkatkan serangan strategis terhadap jaringan listrik dan pemanas pada musim dingin. Indikasi ini memiliki dasar yang cukup kuat karena sebelumnya, Rusia telah melancarkan serangan serupa untuk menggerus semangat perang masyarakat Ukraina. Selain melancarkan serangan terhadap infrastruktur listrik Ukraina, Rusia secara aktif menghantam pemukiman sipil Ukraina menggunakan drone Shahed, rudal penjelajah, dan rudal balistik. Serangan ini dilakukan secara berkala dan telah mengakibatkan banyak korban jiwa di kota besar Ukraina seperti Kyiv, Odessa, Mykolaiv, dan Zaporhizhia. Untuk menghadapi ancaman tersebut, Menhan Yevhenii sedang berupaya untuk meningkatkan kapabilitas industri pertahanan Ukraina agar mereka mengembangkan dan memproduksi secara massal senjata yang dapat menghadapi ancaman ini. Selain itu, Menhan Yevhenii juga mengimbangi hal ini dengan meningkatkan bantuan militer yang diberikan oleh EU kepada Ukraina. Menanggapi hal tersebut, Sekjen Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menyatakan bahwa mereka harus meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina agar militer mereka (ZSU) dapat menguasai inisiatif medan tempur.
Sejak Rusia melancarkan invasi terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022, Ukraina telah berusaha untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan udara mereka untuk menghadapi serangan udara Rusia terhadap fasilitas militer dan sipil penting. Upaya untuk mendapatkan rudal bagi sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot merupakan salah satu dari upaya ini karena senjata ini memiliki kemampuan baik dalam menghadapi ancaman udara seperti rudal balistik. Sebelumnya, Ukraina telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat agar mereka dapat memproduksi rudal tersebut secara mandiri namun sejauh ini,upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diinginkan. Alhasil, Ukraina memutuskan untuk mengembangkan alternatif lain seperti drone pencegat Shahed dan rudal anti-udara Koral buatan Biro Desain Luch.