Pada 3 Agustus 2026, Kementerian Pertahanan Nasional (Kemhanas) Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka akan melakukan perombakan ulang terhadap sistem intelijen dan kontra intelijen Korea Selatan. Dalam perombakan ulang ini, Kemhanas membubarkan Komando Kontra Intelijen (DCC) Militer Korea Selatan yang dianggap memiliki peran signifikan dalam menjalankan upaya self-coup mantan presiden Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024. Tidak lama setelah DCC dibubarkan, Kemhanas Korea menyebarkan dan mengalihkan fungsi-fungsi utamanya ke sejumlah satuan baru maupun yang sudah ada. Satuan baru yang dibentuk diantaranya adalah Pusat Kontra Intelijen (DCH) dan Satuan Dukungan Pertahanan Keamanan (DSSG) Militer Korea Selatan. Tugas dari satuan baru ini adalah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebocoran informasi sensitif, menghadapi ancaman spionase Korea Utara secara proaktif, serta meningkatkan koordinasi dengan Badan Intelijen Nasional (NIS).
Tidak lama setelah dibentuk, Menhanas Korea Selatan Ahn Gyu-back menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pembubaran DCC dan perombakan ulang sektor intelijen Militer Korea Selatan merupakan upaya untuk menyingkirkan pengaruh mereka dari ruang politik sipil. Ahn menambahkan bahwa upaya ini akan menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Korea Selatan karena hal ini merupakan langkah pertama dari pemerintah untuk membangun militer baru yang profesional, siap tempur, dan berada sepenuhnya di tangan rakyat. Selain itu, Menhanas Ahn menyatakan DCH akan memiliki pengawasan lebih ketat dari sebuah komite sipil yang akan melaporkan perkembangan terkini kepada Kemhanas Korea Selatan. Laporan ini kemudian dikirimkan oleh Kemnahas Korea Selatan ke Parlemen Nasional secara rutin setiap bulan.
Keputusuan untuk membubarkan DCC Militer Korea Selatan bukanlah suatu hal baru karena sejak deklarasi darurat militer 3 Desember 2024, terdapat desakan dari berbagai elemen masyarakat untuk melakukan reformasi atau pembubaran satuan tersebut. Desakan ini muncul karena berdasarkan laporan investigasi yang dirilis kepada publik, DCC memiliki peran signifikan dalam mempersiapkan unit yang dibutuhkan untuk melancarkan upaya darurat militer. Dalam konteks sejarah Korea Selatan, hal ini bukanlah sesuatu yang unik karena sebelumnya DCC merupakan kendaraan politik mantan diktator Chun Doo-hwan dalam kudeta tahun 1979. Penemuan ini pada akhirnya mendorong pemerintahan Presiden Lee Jae Myung untuk mengumumkan pembubaran DCC pada 10 Juni 2026.