Wall Street Journal Rilis Editorial Tentang Kesiapan Armada F-16 Ukraina
Pada 29 September 2026, kanal media Amerika Serikat Wall Street Journal (WSJ) merilis sebuah artikel yang memperjelas status kesiapan operasional dari armada pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina (UAF). Dalam artikel tersebut, WSJ menyatakan sebagian besar dari armada F-16 UAF tidak siap tempur karena bantuan suku cadang yang seharusnya dikirimkan oleh Amerika Serikat dan NATO lambat datang. Hal ini dapat dilihat dalam satu studi kasus yang diberikan oleh artikel ini yaitu pemberian kontrak perbaikan dan pembaruan oleh Amerika Serikat kepada Sabena Aerospace Engineering, sebuah perusahaan Belgia. Dilansir dari Hromadske, Laksamana Muda (Laksda) Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) Mark Montgomery menyatakan pihak Belgia membutuhkan setidaknya 40 minggu untuk melakukan inspeksi sementara di AS hanya memerlukan sekitar 2-6 minggu. Hal ini telah menggerus kesiapan operasional armada F-16 Ukraina dan jika isu ini tidak bisa diperbaiki, UAF tidak akan bisa menggunakan seluruh pesawat tempur mereka hingga setidaknya Januari 2027.
Penggerusan kesiapan operasional ini diperburuk dengan meningkatnya serangan drone kamikaze tipe Shahed-136 oleh Rusia yang telah diperbarui menggunakan mesin jet ringan, jammer internal, dan hulu ledak yang lebih besar. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Ukraine National News (UNN), Rusia telah meluncurkan setidaknya 2,000 drone kamikaze jet terhadap berbagai target strategis di seluruh Ukraina. Keberadaan F-16 seharusnya memberikan Ukraina kemampuan untuk menghadapi ancaman ini karena pesawat tempur ini dirancang untuk menjatuhkan drone canggih dan rudal penjelajah dengan biaya relatif murah yaitu USD 25 ribu. Akan tetapi, setelah digunakan selama 300 jam, komponen penting pesawat tempur ini seperti radar, avionik, sistem hidrolik, dan selang bahan bakar harus diperiksa dan diganti jika diperlukan. Hal ini memakan waktu lama karena berbagai faktor seperti suku cadang yang diperlukan tidak banyak dan birokrasi rumit pihak terkait.
Isu kesiapan operasional F-16 sendiri merupakan bagian dari permasalahan lebih besar yang saat ini sedang dihadapi oleh pertahanan udara Ukraina yaitu tergerusnya kesiapan operasional akibat dari kekurangan amunisi, suku cadang, dan komponen penting. Minggu sebelumnya, Voice of Emirates melaporkan bahwa UAF sudah tidak lagi mampu mencegat seluruh drone dan rudal yang diluncurkan Rusia karena keterbatasan amunisi dan komponen. Hal ini telah mengurangi kemampuan Ukraina untuk melindungi pusat urban seperti Kyiv, Kharkiv, dan Zaporhizhia dari serangan udara Rusia. Tergerusnya armada F-16 merupakan perkembangan baru dari permasalahan ini dan menurut Thomas Newdick dari TWZ, jika hal ini tidak diperbaiki dalam waktu cepat UAF akan kesulitan menghadapi serangan udara Rusia yang terus berevolusi.