Dalam sebuah konferensi pers yang digelar Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Boroujerdi menyatakan bahwa perdamaian di kawasan Timur Tengah hanya dapat tercapai jika pemicu utama konflik, yakni Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, disingkirkan dari panggung politik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam hal menanggapi komentar Netanyahu sebelumnya, yang menyebut perang hanya akan berakhir jika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terbunuh. “Sebaliknya, perang justru akan berakhir jika Benjamin Netanyahu tidak lagi berkuasa. Ayatollah Khamenei bukan pihak yang memulai konflik ini,” ujar Boroujerdi kepada media saat menggelar konferensi pers. Boroujerdi menuding Netanyahu sebagai aktor utama di balik eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel. “Jika ingin mengakhiri perang, singkirkan orang yang memulainya, yaitu Netanyahu,” tegasnya.
Konflik antara Iran dan Israel memanas sejak serangan udara besar-besaran Israel ke fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni 2025. Israel mengklaim serangan ini bertujuan melumpuhkan kemampuan rudal dan nuklir Iran, dengan target utama fasilitas di Natanz, Isfahan, dan Fordow, serta sejumlah ilmuwan nuklir Iran. Operasi ini, yang disebut “Operation Rising Lion”, melibatkan lebih dari 200 pesawat dan lebih dari 100 target strategis di Iran, termasuk pusat komando dan fasilitas militer di Teheran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel. Serangan ini diklaim sebagai respons atas “agresi berulang” Israel terhadap Iran. Pertukaran serangan antara kedua negara terus berlangsung hingga kini, menandai pergeseran dari “perang bayangan” menjadi konfrontasi terbuka dan berskala besar.
Laporan terakhir mencatat sedikitnya 242 warga Iran tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka akibat serangan Israel. Sedangkan di pihak Israel, tercatat setidaknya 20 korban jiwa, denganpuluhan lainnya mengalami luka-luka. Serangan balasan Iran juga menewaskan warga sipil di Israel, termasuk serangan roket yang menghantam bangunan di komunitas utara Israel, menewaskan satu wanita dan melukai 13 orang lainnya.
Sementara itu, Indonesia secara tegas mengecam serangan Israel ke Iran sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan memperingatkan potensi meluasnya konflik di kawasan. Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menegaskan pentingnya penyelesaian damai sesuai hukum internasional. Indonesia juga telah menyiapkan langkah evakuasi bagi warganya di kawasan konflik.