Pada 26 Juli 2026, Menteri Pertahanan (Menhan) Italia Guido Crosetto menyatakan kepada kanal media Reuters bahwa dia telah menawarkan mantan Menhan Ukraina Mykhailo Fedorov jabatan baru sebagai penasehat untuk pemerintah Italia. Menhan Guido menawarkan jabatan tersebut kepada Fedorov karena menurutnya sang mantan menhan merupakan inovator teknologi militer yang berhasil merombak bagaimana perang masa depan akan dilakukan. Inovasi yang dilakukan oleh Fedorov juga telah memberikan keuntungan besar kepada Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) karena mereka berhasil dalam menghadang laju pasukan invasi Rusia. Menhan Guido mengklaim Fedorov terharu atas tawaran yang diberikan oleh pemerintah Italia karena hal tersebut menurutnya adalah bukti dari pertemanan dan penghormatan yang dapat diberikan oleh negara anggota Uni Eropa (EU) kepada Ukraina.
Pandangan yang disampaikan Menhan Guido memiliki bukti yang cukup konkret karena sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memecat Fedorov, beliau telah mengesahkan berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan efisiensi ZSU dan industri pertahanan Ukraina. Kebijakan tersebut diantaranya adalah meningkatkan produksi first person view (FPV) drone, mewajibkan laporan pasca aksi (AAR) untuk meningkatkan efektivitas drone, sistem kontrak prajurit tetap, dan membentuk mekanisme yang dapat meminimalisir kemungkinan AWOL. Selain merancang kebijakan inovatif, Fedorov juga memiliki peran besar dalam menggerus sistem komunikasi tempur Rusia dengan menonaktifkan terminal Starlink ilegal yang mereka gunakan untuk mengoordinasikan operasi tempur di wilayah Donbass. Seluruh hal ini merupakan bagian dari strategi Fedorov dalam menghadapi gempuran Rusia menggunakan cara asimetris guna mengakali keuntungan jumlah dan material yang dimiliki pihak lawan.
Upaya Menhan Italia Guido Crosetto untuk merekrut mantan Menhan Ukraina Mykhailo Fedorov merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah Italia untuk membangun ulang postur pertahanan mereka dengan mempelajari inovasi teknologi tempur yang terjadi di Ukraina. Selain mempelajari inovasi tersebut, Italia juga berusaha untuk meningkatkan anggaran pertahananannya dengan mengajukan pinjaman dari EU menggunakan skema Security Action for Europe (SAFE). Dalam skema ini, negara anggota EU akan diberikan pinjaman untuk membantu pembangunan postur pertahanan setelah mereka memberikan rencana investasi dana komprehensif yang akan dinilai oleh Komisi Eropa (EC).