Industri Pertahanan Ukraina Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Baru Pada 2027
Pada 6 April 2026, industri pertahanan Ukraina, Fire Point, mengumumkan bahwa mereka saat ini sedang melakukan negosiasi dengan industri pertahanan Eropa untuk mengembangkan dan memproduksi sistem pertahanan udara baru pada tahun 2027. Dilansir dari Modern Diplomacy, perusahaan Eropa yang dapat dilibatkan dalam proyek pengembangan in diantaranya adalah Weibbel, Hensoldt, SAAB, dan Thales. Menanggapi hal ini, kepala desainer Fire Point Denys Shtilierman menyatakan bahwa sistem ini akan memiliki harga kurang dari USD 1 juta dan memiliki performa cukup baik untuk mencegat rudal balistik. Denys juga menyatakan bahwa sistem ini dikembangkan sebagai upaya untuk mencari alternatif dari sistem MIM-104 Patriot yang memiliki harga mahal, sulit diproduksi, dan sulit di ekspor ke negara lain.
Agar hal ini dapat tercapai, Shtilierman menyatakan saat ini Fire Point sedang menunggu persetujuan pemerintah Ukraina terhadap investasi sebesar USD 2,5 miliar dari sebuah kongolomerat Edge Group dari Uni Emirat Arab (UAE). Akan tetapi, saat ini investasi tersebut sedang ditinjau oleh Komite Anti Monopoli Ukraina (AMCU) karena terdapat indikasi bahwa hal ini bertentangan dengan undang-undang (UU) anti monopoli yang disahkan pada tahun 1993. Anggapan ini merupakan kekhawatiran yang sah karena Edge Group juga akan berencana untuk membeli sekitar 30% dari keseluruhan saham yang dimiliki oleh Fire Point. Walaupun demikian, Shitilierman menyatakan bahwa dia berharap Pemerintah dapat menyetujui investasi ini karena hal tersebut akan membuka banyak peluang bagi Fire Point untuk mengembangkan produk lain. Produk tersebut diantaranya adalah dua prototipe rudal balistik hipersonik dan roket peluncur satelit orbit rendah.
Investasi ini merupakan bagian dari ketertarikan negara kawasan teluk (gulf countries) seperti UAE yang ingin membeli drone pencegat untuk menghadang serangan Shahed-136 yang diluncurkan oleh Militer Regular Iran (Artesh) dan Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC). Ketertarikan ini ada tidak lama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskky melakukan kunjungan resmi ke UAE, Qatar, dan Saudi Arabia untuk mempromosikan drone pencegat Ukraina sebagai solusi untuk menghadapi ancaman drone kamikaze Shahed-136. Akibat dari promosi ini, Zelenskyy menandatangani pakta pertahanan dengan negara teluk dalam periode waktu 10 tahun yang mencakup pengembangan dan produksi bersama drone pencegat buatan Ukraina.