Pada 24 Maret 2026, Wakil Presiden Ghana Naana Opoku-Agyemang dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) dalam Urusan Luar Negeri Kaja Kallas menyatakan dalam konferensi pers bahwa kedua negara telah menyepakati sebuah pakta pertahanan dan keamanan. Dalam perjanjian ini, EU akan memperkuat kerja sama dengan Ghana dalam beberapa bidang yakni anti-terorisme, pertukaran intelijen, dan respon krisis. Selain itu, Kallas juga menyatakan bahwa EU akan menyediakan peralatan baru untuk Militer Ghana seperti sistem komunikasi canggih, drone pengintai, senjata anti-drone, dan sepeda motor. Bantuan ini merupakan bagian dari peningkatan komitmen EU terhadap keamanan Ghana dengan memperkuat kapabilitas tempur angkatan darat, laut, dan udara mereka dalam menghadapi ancaman terkini.
Selain memberikan bantuan keamanan kepada Ghana, EU juga akan berusaha untuk mencekal upaya Rusia melakukan perekrutan prajurit ilegal dari Ghana dengan menjanjikan hal-hal palsu seperti kesempatan untuk belajar atau bekerja di luar negeri dengan upah tinggi. Menanggapi perkembangan tersebut, Perwakilan Tinggi EU untuk Urusan Luar Negeri Kaja Kallas menyatakan bahwa perjanjian ini merupakan momen bersejarah dalam hubungan antara blok tersebut dengan benua Afrika. Kallas menambahkan bahwa tidak sepantasnya warga Ghana direkrut secara paksa oleh Rusia sebagai prajurit paksa untuk bertarung dalam sebuah perang yang tidak memiliki kaitan apapun dengan kehidupan mereka. Di sisi lain, Wakil Presiden Ghana Naana Opoku-Agyemang menyatakan bahwa perjanjian ini merupakan sesuatu yang diperlukan karena tidak ada negara yang bisa hidup dengan menutup diri. Agyemang menambahkan bahwa saat ini Ghana sedang menghadapi masalah terorisme dan kejahatan terorganisir. Isu ini membutuhkan pendekatan strategis dan terintegrasi dengan menggabungkan kebijakan keamanan dan pengembangan nasional.
Akibat dari konflik di kawasan Sahel yang semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir, Ghana sedang berupaya untuk mencegah kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Al-Qaeda memiliki markas di wilayah sekitar perbatasan mereka. Dalam hal ini, EU sebelumnya telah memberikan bantuan kepada Ghana dengan memberikan paket bantuan sebesar EUR 50 juta pada tahun 2023 untuk memperkuat keamanan perbatasan negara tersebut.