Pada 1 Februari 2026, pemimpin tinggi (Ayatollah) Iran Ali Khamenei memberikan pidato yang memperingatkan bahaya meletusnya perang regional jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menyerang Negeri Persia. Hal ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden Trump menyatakan di media sosial bahwa sebuah armada laut sedang menuju ke perairan sekitar Iran. Ayatollah Khamenei juga menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin menguasai cadangan minyak dan gas alam Iran dengan cara apapun. Selain itu Ayatollah Khamenei juga mengklaim bahwa demonstrasi anti-pemerintah atau ‘hasutan’ yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memiliki pola yang mirip seperti sebuah percobaan kudeta. Klaim tersebut diberikan karena menurutnya para demonstran sengaja menyerang fasilitas penting seperti pos polisi, gedung kementerian, instalasi IRGC, masjid, dan bank untuk melumpuhkan kendali negara dalam menghadapi krisis.
Menanggapi pidato sang Ayatollah, Presiden Trump menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pernyataan yang diberikan oleh Khamenei merupakan hal yang wajar. Trump juga menyatakan bahwa dia berharap Iran dan Amerika Serikat dapat mencapai sebuah kesepakatan terhadap program senjata nuklir Negeri Persia. Trump juga menekankan bahwa jika negosiasi tersebut gagal, terdapat kemungkinan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan operasi militer terhadap Iran. Kemungkinan ini didukung dengan kabar bahwa Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Eyal Zamir sedang berkunjung ke Washington DC untuk bertemu dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal Dan Caine. Dilansir dari Japan Times, dalam pertemuan ini Letjen Zamir dan perwira IDF lainnya berupaya untuk mendorong Amerika Serikat melancarkan aksi yang dapat meruntuhkan rezim Ayatollah Khamenei.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat sejak protes anti-pemerintah meletus pada akhir Desember 2025. Akibat dari protes ini, Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer terhadap Iran jika rezim Ayatollah menembak masyarakat yang terlibat dalam demonstrasi tersebut. Selain itu Trump juga menyatakan bahwa dia akan mengirimkan sebuah armada yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan sekitar kawasan Timur Tengah.